Kuliah "Double Degree" bagi ASN Terpilih untuk Jadi Agen Reformasi

Kompas.com - 22/08/2019, 20:20 WIB
Peluncuran dan penandatanganan nota kesepahaman program Double Degree oleh Kementerian PAN-RB, Universitas Indonesia, Universitas Hasanudin, University of Melbourne, Australia, dan Victoria University of Wellington, Selandia Baru, di Jakarta, Rabu (21/8/2019). Dok. Kementerian PAN-RBPeluncuran dan penandatanganan nota kesepahaman program Double Degree oleh Kementerian PAN-RB, Universitas Indonesia, Universitas Hasanudin, University of Melbourne, Australia, dan Victoria University of Wellington, Selandia Baru, di Jakarta, Rabu (21/8/2019).


KOMPAS.com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) meluncurkan program Double Degree. Ini merupakan program kuliah ganda kepada aparatur sipil negara ( ASN) yang bekerja sama dengan perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

Program ini bertujuan mencapai tiga target reformasi birokrasi, yaitu birokrasi bersih dan akuntabel, birokrasi kapabel dan pelayanan prima. Para ASN terpilih mengikuti program ini akan disiapkan menjadi reform agent atau agen reformasi.

"Para ASN yang mengikuti Double Degree disiapkan sebagai reform agent, yang paham isu dan masalah internal serta dikolaborasikan dengan konsep dan perkembangan paradigma reformasi birokrasi yang berkembang di dunia," ujar Menteri PAN-RB Syafruddin dalam keterangan di laman resmi Kementerian PAN-RB, Rabu (21/8/2019).

Baca juga: ITHB Lantik 100 Mahasiswa Penerima Beasiswa

Nantinya para ASN dari semua instansi pemerintah diseleksi dan direkrut untuk menjalani pendidikan di berbagai bidang, yaitu administrasi pemerintahan, kebijakan publik, e-government, reformasi sektor publik, dan ekonomi.

Kerja sama luar negeri

Dalam melaksanakan program Double Degree, Kementerian PAN-RB menjalin kerja sama dengan dua perguruan tinggi di Indonesia, yaitu Universitas Indonesia yang akan menjadi tempat kuliah ASN di wilayah barat dan Universitas Hasanuddin untuk di wilayah timur.

Sedangkan di luar negeri, kerja sama dilakukan dengan University of Melbourne di Australia dan Victoria University of Wellington di Selandia Baru.

ASN yang terpilih menjadi peserta didik akan menjalani pendidikan selama satu tahun di Universitas Indonesia atau Universitas Hasanuddin. Kemudian, setelah dinyatakan lulus, mereka melanjutkan pendidikan di University of Melbourne atau Victoria University of Wellington.

"Indonesia penting untuk bisa terbuka, mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kecepatan dalam dunia yang hyperconnected," ucap Syafruddin.

Menurut dia, ini juga merupakan program yang mendasar untuk mengembangkan reformasi birokrasi di Indonesia karena mengakar pada kualitas sumber daya manusia (SDM) aparatur yang menjalankan pemerintahan.

5 tahap program

Dipilihnya University of Melbourne dan Victoria University of Wellington karena kedua kampus itu mempunyai reputasi yang unggul dalam program kebijakan publik serta e-government.

Program Double Degree ini terdiri dari lima tahap. Tahap pertama, yaitu sosialisasi program kepada semua instansi pemerintah. Tahap kedua, pendaftaran dan seleksi untuk menjaring calon ASN yang akan menjadi mahasiswa.

Tahap ketiga, para mahasiswa menjalani satu tahun pendidikan di Universitas Indonesia atau Universitas Hasanuddin untuk mempelajari local content.

Tahap keempat, yakni melakukan satu tahun pendidikan di University of Melbourne atau Victoria University of Wellington untuk mempelajari paradigma administrative reform di dunia.

Terakhir, tahap kelima yakni mahasiswa dinyatakan lulus dan kembali ke instansi masing-masing.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X