GPU Serius Garap Pasar Asia lewat Beijing International Book Fair 2019

Kompas.com - 26/08/2019, 17:29 WIB
Ilustrasi. Penerbit Gramedia Pustaka Utama berpartisipasi dalam Beijing International Book Fair (BIBF) 2019 yang berlangsung 21-25 Agustus 2019, di China International Exhibition Center Shunyi, Beijing, China. DOK. GPUIlustrasi. Penerbit Gramedia Pustaka Utama berpartisipasi dalam Beijing International Book Fair (BIBF) 2019 yang berlangsung 21-25 Agustus 2019, di China International Exhibition Center Shunyi, Beijing, China.

KOMPAS.com - Penerbit Gramedia Pustaka Utama berpartisipasi dalam " Beijing International Book Fair (BIBF) 2019" yang berlangsung 21-25 Agustus 2019, di China International Exhibition Center Shunyi, Beijing, China.

Tahun ini tercatat ada lebih dari 2.500 peserta pameran dari 95 negara berpartisipasi dalam ini.

“Target Gramedia Pustaka Utama di BIBF tahun ini adalah menambah jumlah rights buku GPU yang terjual ke pasar China," ujar Wedha Stratesti, perwakilan International Marketing Kelompok Penerbit Kompas Gramedia.

Ia menambahkan, "Rencananya juga, setelah ini kami akan lebih serius menggarap pasar Asia Timur, karena selama ini pasar ini menjadi momok, bagaikan pasar yang tidak tertembus penerbit Indonesia karena konten-konten mereka yang sangat kuat dan berkualitas.” 

Sastra Indonesia di peta ASEAN 

Dua penulis Gramedia Pustaka Utama (GPU) hadir di Beijing International Book Fair (BIBF) 2019. Ratih Kumala dan Sindhunata dijadwalkan akan berbicara pada ajang pameran buku terbesar di Asia ini.

Baca juga: Jakbook di Pasar Kenari, Sentra Buku Murah Modern yang Sepi Pengunjung

Kehadiran kedua penulis ini akan menebalkan jejak karya Indonesia di BIBF setelah sebelumnya dirintis Agustinus Wibowo, penulis Indonesia pertama yang berbicara di BIBF bersama Yu Hua, penulis bestseller dan terkemuka China, pada tahun 2016.

“Berita bagusnya, Indonesia sudah ada di peta sastra dunia. Berita kurang bagusnya, titik yang menunjukan sastra Indonesia di peta dunia, masih berupa titik kecil pake pensil, bukan spidol atau stabilo," ujar Ratih Kumala.

Menurutnya, book fair atau book festival adalah salah satu cara agar sastra Indonesia lebih dikenal.

"Untuk wilayah ASEAN sendiri, BIBF menjadi sarana yang patut diikuti dan diseriusi. Kalau sastra Indonesia bisa lebih dikenal di peta ASEAN, di peta dunia titik itu akan terlihat lebih jelas,” tutur Ratih Kumala.

Ratih dan Sindhunata di ajang BIBF 2019

Ratih juga menambahkan, “Sejak Frankfurt Book Fair 2015 sampai sekarang fokus saya masih sama, yaitu tidak cuma memperkenalkan buku-buku saya saja, tetapi juga memperkenalkan sastra Indonesia secara general."

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X