Perkenalkan, Ini Rektor Asing Pertama di Indonesia

Kompas.com - 29/08/2019, 20:11 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir (tengah) berfoto dengan rektor asing asal Korea Selatan, Jang Youn Cho (kanan), di sela-sela Pembukaan Kegiatan Ilmiah dan Rakornas Inovasi 2019. Antara Foto/Fikri YusufMenristekdikti Mohamad Nasir (tengah) berfoto dengan rektor asing asal Korea Selatan, Jang Youn Cho (kanan), di sela-sela Pembukaan Kegiatan Ilmiah dan Rakornas Inovasi 2019.

KOMPAS.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir meluncurkan perguruan tinggi (PT) swasta baru yang dipimpin rektor asing di Indonesia, yaitu Universitas Siber Asia.

Peluncuran itu sekaligus memperkenalkan rektor asing pertama di Tanah Air yang akan memimpin kampus tersebut, yaitu Jang Youn Cho.

Rektor itu punya pengalaman memimpin perguruan tinggi di Hankuk University di Korea Selatan. Pernah jadi dosen dan profesor di Amerika, dan sekarang dia menjadi rektor di Universitas Siber Asia ini,” ujar Nasir, seperti dilansir Antara, Senin (26/8/2019).

Dia mengatakan, kampus tersebut akan diselenggarakan oleh Universitas Nasional Jakarta melalui kerja sama dengan Hankuk University of Foreign Studies, Korea Selatan.

PTS berbasis daring

Nasir pun mengklaim bahwa Universitas Siber Asia menjadi perguruan tinggi pertama di Indonesia yang berbasis online (daring) dan dipimpin oleh rektor asing.

Baca juga: Jokowi: Rektor Asing Kenapa Tidak? Wong Cuma Satu Dua Tiga Saja Kok...

Dia menuturkan, kehadiran rektor asing itu harus bisa menjadikan universitas yang dipimpinnya semakin berkualitas dan memiliki daya saing di tingkat internasional.

“Targetnya adalah meningkatkan APK (angka partisipasi kasar), mutu harus jadi baik dan daya saing nanti di tingkat internasional,” imbuhnya.

Dia juga mengharapkan mahasiswa di kampus tersebut nantinya tidak hanya dari Indonesia, tetapi juga dari negara-negara lain.

“Ini ada permintaan mahasiwanya bisa dari Asia Tenggara, Asia Barat maupun di Afrika, mudah-mudahan jalan,” ungkap Nasir.

Kolaborasi tenaga asing

Di samping kampus swasta itu, dia juga mengharapkan segera ada perguruan tinggi negeri yang bisa dipimpin oleh rektor asing. Maka dari itu, saat ini pihaknya sedang memperbaiki berbagai peraturan terkait untuk mendukung perekrutan rektor asing.

Menurut dia, perbaikan ini perlu dilakukan dan direncanakan bisa berjalan pada tahun 2020.

Adapun mengenai perekrutan rektor asing itu, Nasir pun mengimbau supaya perguruan tinggi tidak perlu khawatir dengan rencana tersebut. Bahkan, dia ingin agar terjadi kolaborasi dengan tenaga asing demi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.

“Jangan risau tentang rektor asing, di dunia pendidikan mana pun tdak bisa maju kalau tidak mau kolaborasi,” pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X