Menristekdikti: Indonesia Siap Bersaing Produksi Kendaraan Listrik

Kompas.com - 04/09/2019, 16:32 WIB
Menristekdikti saat menutup rangkaian kegiatan Jambore Kendaraan Listrik Nasional yang dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta (3/9/2019). DOK. KEMENRISTEKDIKTIMenristekdikti saat menutup rangkaian kegiatan Jambore Kendaraan Listrik Nasional yang dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta (3/9/2019).

KOMPAS.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir menegaskan SDM Indonesia baik peneliti di perguruan tinggi maupun di lembaga riset memiliki kemampuan menghasilkan inovasi teknologi kendaraan listrik dan tidak kalah dengan negara lain.

Hal ini disampaikan Menristekdikti saat menutup rangkaian kegiatan "Jambore Kendaraan Listrik Nasional" yang dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jakarta (3/9/2019).

Jambore Kendaraan Listrik diikuti 7 mobil listrik dan 3 sepeda motor listrik selama 7 hari dari tanggal 28 Agustus hingga 3 September 2019 menempuh jarak sekitar 800 km.

“Tidak ada artinya inovasi apabila tidak dihilirisasikan pada industri. Mudah-mudahan inovasi yang dilakukan oleh ITS akan bisa memiliki nilai manfaat yang tinggi untuk dihilirisasikan. Dan dapat memacu inovasi di perguruan tinggi lain," ujar Menristekdikti dilansir dari rilis resmi.

Target 2022 mobil listrik

Menristekdikti menyatakan mendukung penuh inovasi kendaraan listrik di Indonesia. Kemenristekdikti memberikan dukungan mulai dari pengembangan inovasi kendaraan listrik di perguruan tinggi dan lembaga riset hingga memediasi pengembangan dan penggunaan kendaraan listrik, dengan Kementerian Perindustrian untuk bisa masuk ke industri dan dengan Kementerian Perhubungan sebagai pengguna kendaraan listrik.

Baca juga: Sepeda Motor Listrik Gesit Akan Segera Dipasarkan di Bali

Menteri Nasir mengapresiasi inovasi kendaraan listrik ITS yaitu motor listrik GESITS yang saat ini telah memasuki fase industri. Menteri Nasir berharap mobil listrik dari ITS juga dapat dihirisasikan ke industri.

Jambore Kendaraan Listrik sejauh 800 km dapat dijadikan evaluasi bagi mobil listrik ITS agar dapat dilakukan penyesuaian dan perbaikan sebelum masuk ke tahap industri.

“Tidak selalu benda yang sudah dipatenkan, secara otomatis akan dapat diproduksi karena diperlukan penyesuaian dengan kondisi yang ada di lapangan saat ini. Contoh mobil listrik ini, mudah- mudahan ini dapat masuk pada industri dan mampu dikomersialisasikan. Kita harapkan mobil listrik nanti di tahun 2022 sudah ada mobil listrik yang diproduksi Indonesia," harap Menristekdikti.

Dukungan 5 PTN

Menteri Nasir mengatakan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia saat ini didukung oleh lima perguruan tinggi yaitu Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Sebelas Maret dan ITS.

Setiap perguruan tinggi memiliki peran masing -masing, ada yang mendukung dalam teknologi baterai, ada yang mendukung pada desain dan teknologi lainnya. Setiap perguruan tinggi saling berkaitan dan bersinergi, sehingga dapat terwujud dalam suatu kendaraan listrik 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X