Novelis Ahmad Fuadi Sebut Pentingnya Pameran Buku, Ini Alasannya...

Kompas.com - 04/09/2019, 18:31 WIB
Konferensi pers Indonesia International Book Fair (IIBF) 2019 pada Senin (2/9/2019) di Jakarta. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAKonferensi pers Indonesia International Book Fair (IIBF) 2019 pada Senin (2/9/2019) di Jakarta.

KOMPAS.com - Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) mengadakan Indonesia International Book Fair ( IIBF) 2019 pada 4 sampai 8 September 2019 di Hall A Jakarta Convention Center, Jakarta.

Ada sejumlah kegiatan digelar dalam ajang ini mulai dari promosi, transaksi, diskusi, hingga interaksi di antara para penerbit, penulis, pustakawan, aktivis literasi, seni, budaya, pendidikan, dan pelaku industri kreatif lainnya.

Penulis novel trilogi Negeri 5 Menara, Ahmad Fuadi menyampaikan pameran buku semacam IIBF memberi arti tersendiri tidak hanya bagi para pembaca, tetapi juga untuk penulis buku. Ajang seperti ini dinilai semakin meningkat kelasnya, bukan hanya menjadi penjualan buku.

“IIBF ini naik ke level selanjutnya, bukan hanya penulis bertemu pembaca, bukan hanya berjualan buku. Tapi lebih dari itu, yaitu menjual hak cipta. Itu membuka pintu penulis Indonesia untuk menjelajah dunia,” ucap Ahmad Fuadi saat ditemui di Jakarta pada Senin (2/9/2019).

Gemari kegiatan membaca

Sebab, jika ada yang membeli hak cipta, kemudian buku itu akan diterjemahkan ke berbagai bahasa di negara-negara lain di penjuru dunia. Hal itu akan membuat nama penulis dan negara Indonesia juga semakin dikenal.

Baca juga: Sssttt... Ada Zona Kalap di IIBF 2019, Diskon hingga 90 Persen

Masyarakat di belahan dunia lain juga akan jadi lebih mengetahui tentang kebudayaan kita lewat cerita yang disampaikan dalam tulisan-tulisan di buku tersebut. Hal lain mengenai pentingnya suatu pameran buku, imbuh Ahmad, yakni mengajak masyarakat agar lebih menggemari kegiatan membaca, terutama bagi generasi muda.

Selama ini anak muda lebih suka melihat tontonan dan mengikuti perkembangan di media sosial melalui ponsel, meskipun itu hanya berlangsung sebentar.

“Padahal, membaca adalah proses yang menurut saya akan berakar, bertahan lebih lama karena dia meresap ke alam bawah sadar kita lebih kuat. Dengan buku, orang akan bersemangat untuk membaca,” imbuh Ahmad.

Ikut mulai menulis

Satu hal lagi yang penting dari suatu pameran buku, bagi dia, adalah mengajak masyarakat untuk ikut mulai menulis. Peningkatan ini dinilai bagus karena industri penerbitan buku masih membutuhkan banyak penulis untuk menghasilkan buku-buku baru sesuai perkembangan zaman.

“Saya bersyukur kalau di acara talkshow masyarakat tanya bagamana caranya menulis. Ini bagus sekali buat masyarakat dan industri karena penerbit perlu penulis-penulis muda,” ungkapnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X