Speech Delay, Cara Deteksi Dini dan Pencegahannya

Kompas.com - 11/09/2019, 18:14 WIB
Peserta Seminar dan pembicara launching website www.dini.id mengangkat tema Deteksi Dini Speech Delay di Jakarta (31/8/2019). DOK. DINI.idPeserta Seminar dan pembicara launching website www.dini.id mengangkat tema Deteksi Dini Speech Delay di Jakarta (31/8/2019).

1. Menggunakan sistem assessment tumbuh kembang anak. Ada beberapa bersifat gratis online diantaranya www.dini.id. Melalui dini.id orangtua dapat melakukan assessment online secara gratis sesuai dengan usia anak Anda. Sehingga jika ditemukan adanya permasalahan pada anak, dapat ditangani sedini mungkin.

2. Mengikuti kelas dirancang khusus stimulasi perkembangan anak di playground yang sudah bekerja sama dengan profesional child mental health(psikiater dan psikolog anak), di antaranya; AppleBee Taman Anggrek, Jakarta.

“Selain menghindari gadget dan televisi, ajak anak bermain sesering mungkin (dalam rumah). Bermainnya pun bukan hanya memberikan mainan banyak, tapi juga harus ada interaksi dua arah antara anak dan orang tua," ujar Anggia.

Ia menambahkan, kadang-kadang orangtua mau yang gampang, tidak mau repot sehingga anak menangis selalu diberikan apa yang anak mau, termasuk gadget.

"Harusnya tidak seperti itu. Yang benar adalah harus terjadi interaksi dua arah antara orang tua dengan anak. Nah, dengan interaksi dua arah yang semakin banyak itu, orang tua akan membantu anak berkembang kosakatanya, dan kemampuan emosionalnya juga akan lebih berkembang,” tutup Anggia.

Penulis: Sarah Sekar

 

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X