Kompas.com - 12/09/2019, 07:39 WIB
Menristekdikti Mohammad Nasir dalam konferensi pers I3E Pameran Startup Teknologi dan Inovasi Industri Anak Negeri 2019 di Jakarta, Selasa (10/9/2019). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAMenristekdikti Mohammad Nasir dalam konferensi pers I3E Pameran Startup Teknologi dan Inovasi Industri Anak Negeri 2019 di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Dia mengharapkan munculnya sejumlah investor yang tertarik melakukan kolaborasi melalui pertemuan yang diadakan pada acara business gathering atau match making meeting.

Dari sebanyak 1.307 startup  dibina Kemenristekdikti dalam lima tahun terakhir sejak 2014 sampai 2019, pameran I3E 2019 akan menampilkan berbagai produk inovasi baru dari 396 startup teknologi pada tahun ini.

Mereka dinilai sudah mampu menghasilkan produk inovasi yang siap digunakan oleh masyarakat dan dunia industri.

Kejar kenaikan 10 persen

Namun, harus diakui ada juga startup tidak bisa berkembang karena berbagai penyebab, misalnya kekurangan dana dan kesibukan lain pemiliknya sehingga harus meninggalkan startup yang telah dibuatnya.

“Tidak semua startup menjadi industri, ternyata ada yang gagal. istilahnya belum sampai dewasa sudah mati duluan. Penyebabnya macam-macam, ada yang meninggalkan startup karena mendingan cari pekerjaan lain. Misalnya ternyata dia jadi PNS, nanti kalau sudah mapan baru terjun kembali. Ada kalanya dia dapat kontrak yang lain, jadi enggak fokus,” papar Nasir.

Dia menyebutkan, dari 558 calon startup (CPPBT) diharapkan 10 persen di antaranya mampu menjadi startup (PPBT). Apabila jumlah itu bisa tercapai, maka sangat terasa peningkatan yang terjadi. Hal itu mungkin saja dilakukan melalui pendampingan yang dilakukan Kemenristekdikti.

“Saya yakin jika dari 550-an itu ada kenaikan 10 persen, itu sudah hebat sekali. Biasanya hanya 5 persen, tapi saya targetkan 10 persen. Berarti jumlahnya 50 sampai 60 PPBT. Ini bisa dicapai karena Kemenristekdikti melakukan seleksi ketat dan pendampingan melalui konsultasi,” pungkasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X