Digitalisasi Sekolah, 38 Sekolah di Natuna Akan Diberi "Tablet"

Kompas.com - 17/09/2019, 19:57 WIB
Mendikbud Muhadjir Effendy (ketiga dari kanan) memberikan keterangan dalam taklimat media di Gedung Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta, Selasa (17/9/2019). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAMendikbud Muhadjir Effendy (ketiga dari kanan) memberikan keterangan dalam taklimat media di Gedung Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta, Selasa (17/9/2019).


KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) akan meluncurkan program Digitalisasi Sekolah di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada 18 September 2019.

Peluncuran akan diresmikan langsung Mendikbud Muhadjir Effendy melalui pemberian sarana pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) kepada sekolah dan siswa.

Pelaksanaan program ini merupakan bentuk inovasi pembelajaran berbasis digital yang dimulai dengan mempersiapkan konten berupa portal atau platform digital. Platform yang diberi nama "Rumah Belajar" akan menjadi platform digital resmi dan gratis dari Kemendikbud kepada publik.

“Nanti jadi konten utama dalam digitalisasi sekolah. Sekarang dianggap sudah siap dan secara bertahap akan kami sediakan sarana dan prasarana pendukung sehingga bisa dimanfaatkan dan diakses oleh semua sekolah di Indonesia,” ujar Muhadjir dalam taklimat media di Gedung Perpustakaan Kemendikbud, Jakarta, Selasa (17/9/2019).

Tahap awal daerah 3T

Dia menambahkan, proses pembelajaran berbasis digital ini akan menjadi salah satu pilihan strategi yang akan diterapkan di semua sekolah di Indonesia pada masa akan datang.

Baca juga: Digitalisasi Sekolah, Kemendikbud Beri 1,7 Juta Komputer ke 36.000 Sekolah

Tahap awal pelaksanaan program Digitalisasi Sekolah difokuskan di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Ini sesuai dengan visi Presiden Joko Widodo yang menyebutkan bahwa pembangunan dimulai dari daerah yang letaknya di pinggiran.

“Kami ingin sesuai visi Presiden, yaitu membangun dr pinggiran. Makanya kami mulai dari pinggir dulu, kemudian semakin ke tengah. Dimulai dari yang paling tertinggal sehingga mengalami lompatan dan bisa sejajar dengan daerah yang di tengah,” imbuh Mendikbud.

Disebutkan untuk program tersebut, Kemendikbud akan memberikan lebih kurang 1,7 juta komputer tablet kepada 36.000 sekolah di seluruh Indonesia pada tahun ini.

Adapun pembiayaannya berasal dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan BOS Kinerja. Pemberian dana BOS ini berbeda dibandingkan alokasi dana BOS reguler tahun sebelumnya.pada tahun sebelumnya.

Dana Bos Afirmasi dan Kinerja

Mulai tahun 2019, dana BOS Afirmasi disediakan untuk mendukung operasional rutin dan mengakselerasi pembelajaran bagi sekolah yang berada di daerah tertinggal dan sangat tertinggal.

Adapun dana BOS Kinerja dialokasikan untuk sekolah yang dinilai memiliki kinerja baik dalam penyelenggaraan layanan pendidikan.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X