Kesehatan Jiwa, Remaja "Galau" Perlu Mendapat Pendampingan

Kompas.com - 22/09/2019, 18:02 WIB
Badan Kesehatan Jiwa Indonesia (Bakeswa Indonesia) bersama GE Volunteers dan Kopi Panas Foundation menggelar diskusi publik Promosi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Bunuh Diri, di Jakarta (21/9/2019). DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARBadan Kesehatan Jiwa Indonesia (Bakeswa Indonesia) bersama GE Volunteers dan Kopi Panas Foundation menggelar diskusi publik Promosi Kesehatan Jiwa dan Pencegahan Bunuh Diri, di Jakarta (21/9/2019).

Menurutnya, pendekatan berbasis data ini tidak melulu harus merujuk hasil litbangkes yang masih sangat minim menyentuh soal kesehatan jiwa.

Selain data bersifat akademis penelitian, big data bersifat realistis dari startup di Indonesia seperti GoFood atau GrabFood pun bila diolah dapat memberikan gambaran nyata gaya hidup masyarakat. 

 

"Kita juga sudah memiliki 'Rapor Kesehatanku' di setiap sekolah. Kalau ini diolah ini dapat menjadi pemetaan masalah kesehatan mental remaja yang luar biasa dalam membuat roadmap pembentukan SDM unggul," tegasnya.

Stigma "gangguan jiwa"

Prisia Nasution, Pendiri Kopi Panas Foundation mengatakan bahwa pengetahuan masyarakat terhadap penyakit gangguan jiwa masuh sangat minim sehingga masih masih memberi stigma negatif pada penderita gangguna jiwa.

“Orang dengan gangguan jiwa jumlahnya sangat tinggi dan terus meningkat setiap tahun sedangkan kehadiran tempat atau badan yang menaungi isu ini jumlahnya tidak seimbang," ujar Prisia.

Ia melanjutkan, "Ditambah lagi, stigma negatif mengenai gangguan jiwa, kesadaran dan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan jiwa yang masih sangat minim, bahkan kesehatan jiwa milik mereka sendiri.” 

Prisia juga menyoroti upaya rehabilitatif yang sampai saat ini belum ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Sosial. Ia menyampaikan pendirian lembaga yang diempunya pun, bukan hanya sebagai pusat pembelajaran dan simpul gerakan sosial dan lingkungan melainkan juga mengupayakan peningkatan kesadaran publik.

Ia mendorong lembaga pemerintah atau non-pemerintah yang memiliki visi dan misi masing-masing soal kesehatan jiwa dapat saling bersinergi dalam penguatan penanganan masalah kesehatan jiwa, khususnya di kalangan remaja.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X