Ajak Anak Belajar di Ruang Terbuka, Terutama Soal Sampah Plastik

Kompas.com - 26/09/2019, 15:56 WIB
Anak-anak Little Bee School Lippo Cikarang, SDN 01 Cicau dan SDN 02 Cicau saat melakukan penanaman pohon dan edukasi sampah plastik, Rabu (25/9/2019) di Central Park Meikarta, Cikarang. Dok Lippo CikarangAnak-anak Little Bee School Lippo Cikarang, SDN 01 Cicau dan SDN 02 Cicau saat melakukan penanaman pohon dan edukasi sampah plastik, Rabu (25/9/2019) di Central Park Meikarta, Cikarang.
Editor M Latief

CIKARANG, KOMPAS.com - Perlu upaya belajar di ruang terbuka untuk menanamkan pemahaman tentang bahaya sampah plastik pada anak-anak usia sekolah dasar. Plastik termasuk benda yang dekat dengan anak-anak.

Pemahaman itulah yang disampaikan kepada anak-anak Little Bee School Lippo Cikarang, SDN 01 Cicau dan SDN 02 Cicau saat melakukan penanaman pohon dan edukasi sampah plastik, Rabu (25/9/2019) di Central Park Meikarta, Cikarang.

Selain melakukan penanaman pohon, para pelajar sekolah dasar itu juga mengikuti edukasi mengenai kondisi lingkungan saat ini dan memperkenalkan kemasan yang terbuat dari singkong.

"Baru kali ini anak-anak itu merasakan langsung belajar di ruang terbuka seperti ini. Mereka dapat saling bersosialisasi dengan sesama murid dari sekolah lainnya. Satu ilmu baru yang mereka dapatkan di sini adalah mengenai kemasan yang terbuat dari singkong," ujar Mamah Hotimah, Guru SDN 01 Cicau.

Dia mengatakan, program ini dilaksanakan sebagai aksi keprihatinan yang terjadi saat ini terhadap lingkungan di Indonesia, yakni masalah kebakaran hutan, kekeringan yang melanda beberapa wilayah, banyaknya sampah plastik di laut, bahkan di dalam perut ikan. 

"Dari pengetahuan langsung di lapangan, setidaknya anak-anak paham soal alur sampah dan bahayanya. Mereka kalau sudah dewasa kan bisa menjadi agen perubahan," tambah Hotimah.

Sosiawan Surbakti, Public Relations Lippo Cikarang, yang hadir pada kegiatan tersebut mengatakan bahwa pihaknya perlu mendukung kegiatan tersebut, apalagi sebagai pengembang properti di kawasan perkotaan. Hal itu terutama dengan masalah sampah yang selama ini masih jadi polemik di Jabodetabek.

Dengan luas wilayah Lippo Cikarang yang mencapai 3000 hektar lebih, persoalan sampah bisa menjadi persoalan pelik kalau tidak mendapat peran serta masyarakat di dalamnya. Untuk itu, kita harus ikut terlibat langsung dalam kegiatan seperti ini," kata Sosiawan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X