Hari Batik Nasional, Menjadikan Batik Penanda Zaman dan Literasi Sejarah Bangsa

Kompas.com - 02/10/2019, 07:22 WIB
Ilustrasi batik DOK INDONESIA.TRAVELIlustrasi batik

KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk mempromosikan batik dalam rangka Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober.

Kegiatan itu antara lain berupa pameran batik yang diadakan di halaman kantor Kemendikbud, Senayan, Jakarta, Rabu (2/10/2019).

Peringatan Hari Batik Nasional juga dimeriahkan dengan peragaan busana, lomba membatik dengan teknik canting, serta diskusi pengembangan dan pemanfaatan batik untuk memeriahkan hari penetapan batik sebagai warisan budaya dunia.

Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan, saat ini batik dapat dipromosikan tidak hanya melalui pakaian, tetapi berbagai produk baru bisa digunakan sebagai media promosi.

Masuk Warisan Budaya Dunia

“Yang pasti batik sebagai kekayaan intelektual kita itu memang produk warisan turun-temurun. Sekarang banyak mendiskusikan pengembangan pemanfaatannya. Kalau selama ini kan cuma pakaian ya, jadi aplikasinya sekarang kita juga lihat di berbagai produk lain. Itu yang sekarang kita fokuskan,” ujar Hilmar dalam keterangan tertulis, Selasa (1/10/2019).

Baca juga: Empat Cara Merayakan Hari Batik

Ia pun meminta kepada semua kementerian supaya ada nuansa batiknya bukan hanya pada pakaian, melainkan juga ruangan didekorasi dan didesain sedemikian rupa untuk mengingatkan keragaman batik.

“Selain itu, nanti ada fashion show, seminar, workshop tentang batik, dan sebagainya,” imbuh Hilmar.

Untuk diketahui, batik ditetapkan masuk daftar Intangible Cultural Heritage (ICH) UNESCO pada 10 tahun lalu di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Melalui sidang Intergovernmental Committee for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage UNESCO, batik resmi menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia ketiga, setelah keris dan wayang yang sudah terlebih dahulu masuk daftar ICH UNESCO.

Diwariskan ke generasi selanjutnya

Pada naskah yang disampaikan ke UNESCO, batik adalah teknik menghias kain yang mengandung nilai, makna, dan simbol-simbol budaya. Keterampilan ini diturunkan dari generasi ke generasi dan menjadi penanda peradaban bangsa Indonesia.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X