KILAS

Ciptakan SDM Berdaya Saing di Era Industri 4.0, Perpusnas Minta Kampus Ubah Silabus

Kompas.com - 04/10/2019, 11:58 WIB
Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando saat kegiatan Semiloka Nasional Kepustakawanan Indonesia di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Kamis (3/10/2019) DOK. Humas Perpustakaan Nasional Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando saat kegiatan Semiloka Nasional Kepustakawanan Indonesia di Hotel Novotel, Bandar Lampung, Kamis (3/10/2019)


KOMPAS.com
- Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando menegaskan, saat ini dosen harus mampu mengantarkan mahasiswa kepada pekerjaan fisik dan kreatif.

“Jadi dosen jangan terpaku pada bidang pekerjaan yang nantinya akan hilang 5-10 tahun mendatang. Mahasiswa juga jangan menganggap mulia dengan gelar sarjana," tutur Syarif Bando.

Hal itu harus dilakukan dosen, karena saat ini, perguruan tinggi harus menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang mampu bersaing di era revolusi industri 4.0.

Ciri khas dari era ini adalah mengedepankan smart technology yang melahirkan smart society.

Smart society dipahami sebagai aktivitas masyarakat yang aktif menggunakan informasi, komunikasi, dan teknologi dalam menunjang pekerjaan, termasuk aktivitas ekonomi.

Baca juga: Pentingnya Peningkatan Kualitas SDM pada Era Revolusi Industri 4.0

“Maka dari itu, silabus harus diubah dan kampus harus menghasilkan lulusan yang kompeten, bukan hanya mengandalkan ijazah,” kata Syarif Bundo seperti dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/10/2019).

Hal tersebut dikatakan Bundo saat penandatanganan Memorandum of Understanding ( MoU) antara 35 rektor atau direktur Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Swasta (PTS) dengan Perpusnas.

Penandatanganan MoU dilakukan di sela kegiatan Semiloka Nasional Kepustakawanan Indonesia di Bandar Lampung, Kamis (3/10/2019). MoU merupakan jawaban atas perkembangan di era industri 4.0.

Standarisasi perpustakaan di perguruan tinggi

Kerja sama antara Perpusnas dan PTN atau PTS itu pun sesuai dengan Undang-undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan pasal 24.

Adapun bunyi pasal tersebut adalah setiap perguruan tinggi menyelenggarakan perpustakaan yang memenuhi standar nasional perpustakaan dengan memperhatikan standar nasional pendidikan.

Standar yang dimaksud berlaku untuk jumlah koleksi (judul/eksemplar). Standar untuk hal ini diperlukan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X