SDG Academy Telah Diluncurkan, Ini Alasan Pendiriannya

Kompas.com - 09/10/2019, 19:46 WIB
Peluncuran Sustainable Development Goals (SDG) Academy Indonesia pada Selasa (8/10/2019) di Jakarta yang dilakukan bersama oleh Kementerian PPN/Bappenas, Tanoto Foundation, dan UNDP. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAPeluncuran Sustainable Development Goals (SDG) Academy Indonesia pada Selasa (8/10/2019) di Jakarta yang dilakukan bersama oleh Kementerian PPN/Bappenas, Tanoto Foundation, dan UNDP.

KOMPAS.com – Peluncuran Sustainable Development Goals (SDG) Academy Indonesia telah dilakukan bersama oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas), Tanoto Foundation dan Badan Program Pembangunan PBB (United Nations Development Programme/UNDP) pada Selasa (8/10/2019) di Jakarta.

Program ini merupakan ajang kolaborasi berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk melaksanakan bermacam jenis program SDG di Indonesia yang diimplementasikan pada tingkat nasional dan daerah.

Secara khusus, Tanoto Foundation telah bekerja sama dengan pemerintah dan UNDP dalam program SDG di Provinsi Riau sejak 2016. Namun, selama ini banyak pihak yang mempertanyakan tentang pengertian SDG dan pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Alasan pertama didirikannya SDG Academy karena ternyata dari Sabang sampai Merauke banyak yang tidak tahu apa itu SDG, bagaimana menjalankannya, makanya dirasakan perlunya program itu," ungkap CEO Global Tanoto Foundation Satrijo Tanudjojo saat ditemui seusai peluncuran SDG Academy di Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Baca juga: Peluncuran SDG Academy dan Harapan Menjadi Penghubung Pengetahuan

Alasan kedua, lanjutnya, Tanoto Foundation ingin terus menunjukkan kontribusinya dalam mencapai tujuan SDG sebagai platform yang harus diajarkan dan disebarluaskan.

Terbuka untuk umum

Kerja sama dengan Kementerian PPN/Bappenas dan UNDG ini merupakan salah satu usaha untuk mendidik lebih banyak orang tentang SDG.

"Itulah asal-usul lahirnya SDG Academy. Harapan kami bisa menyebarkan SDG lebih lanjut dan luas di Indonesia. Tidak hanya online, tapi juga blended learning, berupa project on the job," imbuh Satrijo.

Ia menerangkan bahwa program ini terbuka untuk umum. Peserta yang bisa mengikutinya ditargetkan antara lain aparatur pemerintah di tingkat pusat dan daerah, hingga di wilayah pedesaan.

Namun, tidak menutup kemungkinan juga masyarakat umum yang ingin bergabung juga diperbolehkan.

Nantinya lokasi pelaksanaan SDG Academy berada di wilayah pusat Jakarta. Pesertanya dibagi menjadi beberapa kelas dalam satu batch dengan jumlah sekitar 25 orang per kelas. 

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X