KILAS

Naikan Anggaran Dispursip Tiap Tahun, Gubernur Kalsel Diapresiasi Perpusnas

Kompas.com - 10/10/2019, 13:43 WIB
Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando memberikan Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando memberikan penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka kepada Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (9/10).
 kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (9/10/2019).
DOK. Humas Perpustakaan Nasional Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando memberikan Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando memberikan penghargaan Nugra Jasadarma Pustaloka kepada Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (9/10). kepada Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (9/10/2019).


KOMPAS.com
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI memberikan penghargaan Nugra Jasadharma Pustaloka kepada Gubernur Kalimantan Selatan ( Kalsel), Sahbirin Noor.

Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando menjelaskan penghargaan itu diberikan karena Kalsel menjadi daerah yang konsisten meningkatkan anggaran Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) tiap tahunnya.

“Tentu itu sejalan dengan visi dan misi Kalsel sebagai provinsi cerdas,” kata Syarif di sela-sela Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Perpustakaan Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Selatan, di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Rabu (9/10/2019).

Selain anggaran Dispursip, Syarif Bando mengatakan, Pemprov Kalsel mendapatkan apresiasi karena telah berkontribusi besar terhadap pengembangan budaya literasi masyarakat Banua.

Baca juga: Dukung Pembangunan SDM, Perpusnas Resmikan Nagekeo Jadi Kabupaten Literasi

Dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/10/2019) Perpusnas menjelaskan, Nugra Jasadharma Pustaloka merupakan bentuk penghargaan tertinggi yang diberikan Perpusnas RI kepada pihak-pihak yang dianggap memberikan kontribusi besar dalam pengembangan perpustakaan, literasi dan budaya baca di daerahnya.

Sementara itu, Kepala Dispursip Kalimantan Selaran, Nurliani Dardie menyatakan jika Kalsel adalah satu-satunya provinsi di Indonesia yang memiliki anggaran besar untuk perpustakaan.

“Dari yang semula Rp 7 miliar, hingga saat ini telah melesat ke Rp 39 miliar. Jumlah ini sebanding dengan banyaknya program yang terus dijalankan oleh Dispersip Kalsel. Keberadaan perpustakaan sejalan dengan misi Kalsel yakni mewujudkan masyarakat cerdas,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perpusnas Syarif Bando menyampaikan alokasi anggaran untuk perpustakaan nasional pada 2020 mendapat perhatian pemerintah.

Baca juga: Perpusnas: Masyarakat Harus Dapat Kemudahan Mengakses Perpustakaan

Hal ini diperkuat dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 tahun 2019 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2020.

“Saat ini sudah dikeluarkan Peraturan Kepala (Perka) Perpusnas Nomor 8 tahun 2019 tentang pedoman penyusunan program dan kegiatan bidang perpustakaan lingkup pemerintahan daerah tahun 2020,” lanjutnya.

Dijelaskan, program dan kegiatan bidang perpustakaan, diantaranya pengembangan perpustakaan sesuai standar nasional perpustakaan, pembudayaan gemar membaca pada satuan pendidikan keluarga masyarakat, pelestarian dan pengembangan warisan dokumenter budaya bangsa. (PERPUSNAS/ DEWI KARTIKASARI & WARA MERDEKA)

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X