Selain Pola Pikir, Ini 6 Faktor Penyebab Politeknik Lambat untuk Maju

Kompas.com - 10/10/2019, 19:06 WIB
Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Patdono Suwignjo (kanan) saat membuka IVETS 2019 di Jakarta, Rabu (9/10/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYADirektur Jenderal Kelembagaan Iptek Dikti, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) Patdono Suwignjo (kanan) saat membuka IVETS 2019 di Jakarta, Rabu (9/10/2019).

"Padahal universitas jelas-jelas berbeda dengan politeknik. Universitas didesain untuk menghasilkan ilmuwan dan peneliti. Politeknik didesain untuk menghasilkan tenaga yang terampil," tuturnya.

5. Lagi, soal gaji lulusan

Industri juga merupakan stakeholder berperan melambatkan perkembangan politeknik. Patdono bilang, kesalahan yang paling mendasar adalah menghargai lulusan politeknik lebih murah ketimbang lulusan universitas.

"Kenapa kalau sarjana teknik dari universitas gajinya berbeda dengan politeknik? Rupanya ada aturan dari Kementerian BUMN. Saya baru tahu ada aturan itu 2 tahun lalu. Maka Pak Menteri (Mohamad Nasir) langsung meminta Kementerian BUMN menyetarakan dengan S1," ucap dia.

6. Keterlibatan industri

Kesalahan yang dilakukan industri berikutnya adalah tidak adanya keinginan untuk terlibat secara intens dalam pembangunan pendidikan vokasi. 

"Padahal, benchmark (tolok ukur) di Jerman, Belanda, Switzerland keterlibatan industrinya sangat intens. Itu menjadi syarat utama," kata Patrono.

Untuk itu, Kemenristekdikti akhirnya membuat program revitalisasi pendidikan vokasi, yakni dengan membuat 200 politeknik baru. Pun mengizinkan pembangunan politeknik yang didalamnya ada kerjasama industri.

Selain itu, pihaknya juga bakal meningkatkan mutu 300 politeknik yang telah ada saat ini, dengan memberikan pelatihan terhadap dosen non-praktisi hingga mendapat sertifikat sesuai mata ajarnya.

Insentif pajak sebesar 200 persen dari jumlah investasi juga diberikan guna mendorong pembangunan politeknik oleh industri.

"Industri bersama politeknik harus merevisi kurikulum, karena orang industri yang tahu persis. Kita sudah punya bukti, tidak ada politeknik yang bagus tanpa ada keterlibatan industri yang baik," imbuh dia.

"Semua harus bertanggung jawab terhadap ketertinggalan pendidikan vokasi di Indonesia," pungkasnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Ini Daftar Nama Tenaga Sensor Lembaga Sensor Film Periode 2020-2024

Ini Daftar Nama Tenaga Sensor Lembaga Sensor Film Periode 2020-2024

Edukasi
61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

Edukasi
Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Edukasi
Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Edukasi
Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Edukasi
Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Edukasi
Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Edukasi
Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Edukasi
Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Edukasi
Menjadi Manusia Waskita (Bagian I)

Menjadi Manusia Waskita (Bagian I)

Edukasi
Mendikbud Nadiem Segera Lakukan Investigasi Lapangan Musibah Susur Sungai SMPN 1 Turi

Mendikbud Nadiem Segera Lakukan Investigasi Lapangan Musibah Susur Sungai SMPN 1 Turi

Edukasi
Kwarnas: Musibah di SMPN 1 Turi Itu Kegiatan Sekolah atau Pramuka?

Kwarnas: Musibah di SMPN 1 Turi Itu Kegiatan Sekolah atau Pramuka?

Edukasi
Musibah Susur Sungai, Mendikbud Nadiem Ingatkan Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

Musibah Susur Sungai, Mendikbud Nadiem Ingatkan Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

Edukasi
Mendikbud Nadiem Sampaikan Bela Sungkawa atas Musibah Susur Sungai SMP Sleman

Mendikbud Nadiem Sampaikan Bela Sungkawa atas Musibah Susur Sungai SMP Sleman

Edukasi
Kejadian di SMPN 1 Turi, Kwarnas Gerakan Pramuka Sampaikan Ini...

Kejadian di SMPN 1 Turi, Kwarnas Gerakan Pramuka Sampaikan Ini...

Edukasi
Close Ads X