PTN Didorong Terapkan SOP Berbasis Daring untuk Percepat Pelayanan

Kompas.com - 14/10/2019, 14:03 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir saat memberi arahan di depan Senat Akademik dan Dewan Profesor Universitas Diponegoro (Undip) pada Workshop Penyusunan Draft Peraturan Senat Akademik tentang Manual Prosedur/Standard Operasional Prosedur (SOP) di Jepara, Sabtu (12/10/2019). Dok. KemenristekdiktiMenristekdikti Mohamad Nasir saat memberi arahan di depan Senat Akademik dan Dewan Profesor Universitas Diponegoro (Undip) pada Workshop Penyusunan Draft Peraturan Senat Akademik tentang Manual Prosedur/Standard Operasional Prosedur (SOP) di Jepara, Sabtu (12/10/2019).

KOMPAS.com - Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) mendorong perguruan tinggi negeri ( PTN) melakukan inovasi dalam standar operasional prosedur ( SOP) berbagai layanan kepada mahasiswa dan publik.

Inovasi itu dilakukan berbasis teknologi dan sistem daring. Dengan demikian, peraturan yang ada bukan menghambat pelayanan kepada mahasiswa dan publik, melainkan justru mempermudah pelayanan.

"Sistem peraturan harus dikembangkan dengan baik. Inilah yang harus kita garap. Kalau kita akan membuat SOP, bagaimana SOP itu menjadi lebih sederhana, menjadi lebih baik, dan jangan sampai menjadi hambatan," ujar Menristekdikti Mohamad Nasir dalam keterangan tertulis, Minggu (13/10/2019).

Hal itu disampaikan saat memberi arahan di hadapan Senat Akademik dan Dewan Profesor Universitas Diponegoro ( Undip) pada Workshop Penyusunan Draft Peraturan Senat Akademik tentang Manual Prosedur/Standard Operasional Prosedur (SOP) di Jepara, Sabtu (12/10/2019).

Tabrakan peraturan

Nasir menambahkan, dengan penerapan peraturan berbasis sistem daring, maka perguruan tinggi dapat memetakan setiap peraturan yang ada dengan lebih efektif dan efisien.

Baca juga: Mahasiswa ITB Kembangkan I-Cane, Tongkat Tuna Netra yang Canggih

Perguruan tinggi dapat terhindar dari munculnya satu peraturan yang tidak harmonis dengan peraturan lainnya.

Ia menyarankan adanya evaluasi terhadap peraturan-peraturan di perguruan tinggi yang kemungkinan saling mengunci atau berbenturan supaya tidak menimbulkan masalah dalam implementasinya.

Menristekdikti pun mengatakan, berbagai peraturan yang saling bertolak belakang dan mengikat dalam suatu layanan dapat menghambat masyarakat untuk mengakses layanan tersebut.

Menteri Nasir juga mendorong peraturan tersebut tidak hanya dirangkum menjadi satu sistem peraturan daring, tetapi juga didukung oleh layanan berbasis daring yang membuat masyarakat dapat mengaksesnya di mana saja.

Sistem terintegrasi

Dalam kesempatan yang sama, Rektor Universitas Diponegoro (Undip) Yos Johan Utama mengungkapkan, saat ini Undip mulai mengintegrasikan seluruh data dan layanan ke dalam sistem daring.

"Undip sekarang betul-betul telah menjalankan sistem terintegrasi (integrated system). Dulu saya ingat sewaktu jadi Rektor pertama kali, minta data yang sangat dasar untuk pengembangan Undip, yaitu "prodi, akreditasinya apa, jumlah dosennya berapa, terus (data) ruang", data tersebut tidak ada. Padahal, itu kan data dasar untuk pengembangan universitas,” ucap Yos Johan Utama.

Namun, ungkapnya, sekarang ini data-data tersebut mudah didapat karena sistemnya telah dibuat dan disusun dengan baik sehingga sekarang Rektor dapat dengan mudah melihat data keuangan semua fakultas dan transaksinya di mana pun ia berada.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Tertarik Jadi Dosen? CPNS 2019 Kemendikbud Buka 1.891 Formasi

Edukasi
Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Angkie Yudistia, Staf Khusus Jokowi, Kisah Titik Bangkit di Kampus dan Perjuangan yang Belum Selesai

Edukasi
'Link and Match' Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Edukasi
Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Krisis Dunia Pendidikan, Satu Pesan dari Bank Dunia...

Edukasi
Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

Pasar Digital Kian Menjanjikan, Binus Malang Kini Fokus Ciptakan Entreprenuer Berbasis Digital

BrandzView
LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

LP3I: Kompetensi dan Adaptasi Jadi Kunci Penguatan Pendidikan Vokasi

Edukasi
'We The Teacher': Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

"We The Teacher": Infrastruktur dan Materi Pembelajaran Masih Jadi Kendala di Daerah 3T

Edukasi
Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Kompasianival 2019: Ngomongin Podcast hingga Peluang Join KG Media

Edukasi
Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Daftar Lengkap 100 Universitas Terbaik Kinerja Penelitian, Berapa Peringkat Kampusmu?

Edukasi
5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

5 Modul Latihan TKD CPNS 2019 Paling Banyak Dicari

Edukasi
Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Sepertiga Anak Usia 10 Tahun Indonesia Tak Mampu Baca dan Pahami Cerita Sederhana

Edukasi
Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Edukasi
47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

47 Universitas Terbaik Bidang Penelitian Versi Kemenristek

Edukasi
Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Berdayakan Guru, Zenius dan We The Teachers Distribusikan Materi Belajar Digital Gratis

Edukasi
Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Benarkah Peran Guru Tidak Akan Terganti pada Era Revolusi Industri 4.0?

Edukasi
Close Ads X