Menristekdikti Targetkan 5 PTN Ini Masuk Kelas Dunia Tahun 2024

Kompas.com - 15/10/2019, 12:06 WIB
Menristekdikti Mohamad Nasir saat ditemui di Gedung Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Senin (14/10/2019). KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAMenristekdikti Mohamad Nasir saat ditemui di Gedung Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Senin (14/10/2019).

KOMPAS.com - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi ( Menristekdikti) Mohamad Nasir menargetkan bahwa dalam lima tahun ke depan akan ada lima perguruan tinggi negeri ( PTN) Indonesia yang masuk kelas dunia.

Saat ini sudah ada lima PTN dari Tanah Air yang masuk daftar 500 perguruan tinggi terbaik di dunia, yaitu Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Gadjah Mada.

"Yang belum adalah menjadikan perguruan tinggi kelas dunia. Target kami lima, sekarang baru tiga,” ujar Nasir ketika dijumpai di Gedung Kemenristekdikti, Senayan, Jakarta, Senin (14/10/2019).

Ia mengungkapkan, dua perguruan tinggi lagi yang ditargetkan masuk 500 besar dunia adalah Institut Pertanian Bogor dan Universitas Airlangga.

Selain itu, ada juga perguruan tinggi lain yang terus didorong untuk nantinya bisa masuk peringkat dunia. Nasir menyebutkan contohnya yakni Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Diponegoro, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Hasanuddin.

"Itu yang didorong. Semua menuju ke sana (peringkat 500 besar dunia)," imbuhnya.

Prodi berkualitas dunia

Ia mengatakan, jika ditinjau dari segi bidang atau program studi (prodi), sudah ada perguruan tinggi Indonesia masuk peringkat dunia.

Misalnya Prodi Pertanian dan Kehutanan di IPB yang berada di posisi ke-70 di dunia. Ada juga Prodi Kedokteran yang masuk peringkat ke-102 di dunia.

Baca juga: Kepoin Ranking Universitas Terbaik ASEAN, Peringkat Berapa Indonesia?

"Kalau per subject sudah ada lima. Artinya kita sudah bagus. Tapi problemnya di kita adalah institusinya, ini yang belum," ujar Nasir.

Sehubungan dengan menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Menristekdikti yang tinggal dalam hitungan hari, ia telah membuat rencana strategis untuk periode tahun 2020 sampai 2024.

Perencanaan itu sudah diajukan ke Presiden Joko Widodo, tetapi masih harus dibahas lebih lanjut untuk nantinya diputuskan dan dilaksanakan oleh Menristekdikti yang menjabat berikutnya.

Dua prioritas periode mendatang

"Siapa pun yang menggantikan saya sudah dibuatkan rencana. Ada dua prioritas," tambahnya.

Prioritas pertama yaitu menambah jumlah perguruan tinggi Indonesia yang bisa masuk kelas dunia. Salah satunya dengan memperbanyak jumlah riset dan memperbaiki kualitasnya.

Disebutkan bahwa sampai saat ini baru ada lebih kurang 34.000 penelitian. Diharapkan pada tahun 2024 jumlahnya meningkat mencapai 50.000-60.000 riset.

"Risetnya harus makin bagus. Tiap tahun harus meningkat. Itu yang penting. Kalau bisa itu, di Asia bisa masuk 10 besar. Ini yang harus didorong," jelas Nasir.

Prioritas kedua, lanjutnya, yakni menyangkut hilirisasi. Maksudnya, riset itu harus bisa berguna dan dimanfaatkan di dunia industri. Salah satunya dengan menyiapkan lebih banyak lagi Science Techno Park di perguruan tinggi yang risetnya layak untuk menjadi inovasi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X