Publikasi Riset Indonesia Kini Peringkat Pertama di ASEAN

Kompas.com - 16/10/2019, 08:51 WIB
Forum Silaturahim dan Dialog dengan para Peneliti Ahli utama, Perekayasa Ahli Utama, dan Perekayasa Ahli Madya di Gedung Auditorium BPPT Thamrin Kemenristekdikti, Senin (14/10/2019). Dok. KemenristekdiktiForum Silaturahim dan Dialog dengan para Peneliti Ahli utama, Perekayasa Ahli Utama, dan Perekayasa Ahli Madya di Gedung Auditorium BPPT Thamrin Kemenristekdikti, Senin (14/10/2019).

KOMPAS.com – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan inovasi dalam bentuk perusahaan startup binaan Kemenristekdikti mengalami pertumbuhan signifikan.

Hal itu bisa dilihat dari penambahan jumlah yang mengalami peningkatan luar biasa. Pada tahun 2015 ada 54 startup, tetapi hingga tahun 2019 sudah ada 1.307 startup. Artinya, ada peningkatan 1.253 startup dalam lima tahun terakhir.

Pekerjaan besar selanjutnya adalah inovasi itu harus bisa dihilirisasikan ke industri dan memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.

Hal itu disampaikan dalam forum Silaturahim dan Dialog dengan para Peneliti Ahli utama, Perekayasa Ahli Utama, dan Perekayasa Ahli Madya di Gedung Auditorium BPPT Thamrin Kemenristekdikti, Senin (14/10/2019).

Jangan berhenti pada angka

"Jangan sampai jumlah publikasi, paten, dan inovasi berhenti pada angka-angka semata. Namun, harus dihilirisasikan ke industri dan masyarakat agar menjadi faktor penggerak ekonomi nasional. Peneliti dan perekayasa baik dari LPNK dan perguruan tinggi memiliki peran yang sangat besar," ujar Menristekdikti Mohamad Nasir melalui keterangan tertulis, Selasa (15/10/2019).

Baca juga: Belajar dari Korea Selatan, Riset Berbasis Kebutuhan Industri

Ia menuturkan, riset dan inovasi mengalami peningkatan pesat dalam lima tahun terakhir juga ditandai dengan pencapaian publikasi ilmiah internasional dan paten Indonesia yang menempati posisi pertama di ASEAN.

"Tahun 2013 publikasi riset kita masih ada di nomor empat ASEAN, demikian juga paten juga sama, selalu nomor empat. Alhamdulillah tahun 2018 paten kita sudah nomor satu di ASEAN. Dan pada tahun 2019 publikasi ilmiah internasional kita juga peringkat pertama di ASEAN, " imbuhnya.

Nasir menambahkan, pendekatan riset harus diarahkan pada market driven dan demand driven. Ekosistem riset dan inovasi harus dibangun dengan baik, hubungan antara pemerintah, industri, dan akademisi (Triple-Helix) harus dilakukan secara sinergis.

"Masalahnya adalah riset kita belum mempunyai ekosistem yang baik, harus ada hubungan baik antara peneliti, industri, dan pemerintah. Peneliti bingung hasil risetnya mau dipakai siapa, industri bingung siapa yang mau jalani riset, " ucapnya.

Masalah pengembangan riset

Ia pun mengatakan perlunya perbaikan kebijakan supaya riset bisa terarah dengan baik dan riset perlu dikawal, yaitu melalui Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional 2017-2045.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lionel Messi dan Tantangan Gantikan UN 2021 dengan Kompentensi dan Karakter

Lionel Messi dan Tantangan Gantikan UN 2021 dengan Kompentensi dan Karakter

Edukasi
Mengintip Konsep Merdeka Belajar ala SMA Kolese Kanisius Jakarta

Mengintip Konsep Merdeka Belajar ala SMA Kolese Kanisius Jakarta

Edukasi
Terapkan Merdeka Belajar, SMA Kolese Kanisius Jakarta Presentasikan Research Paper

Terapkan Merdeka Belajar, SMA Kolese Kanisius Jakarta Presentasikan Research Paper

Edukasi
Perkuat STEAM, Untar Gelar Kompetisi dan Pelatihan Robotik SD dan SMP

Perkuat STEAM, Untar Gelar Kompetisi dan Pelatihan Robotik SD dan SMP

Edukasi
Mendesak, Pentingnya Pendidikan Berkesinambungan PAUD, SD dan Parenting

Mendesak, Pentingnya Pendidikan Berkesinambungan PAUD, SD dan Parenting

Edukasi
UN 2019 SMP Mapel Matematika, Perhatikan Soal dengan Nilai Berindikator Rendah Ini

UN 2019 SMP Mapel Matematika, Perhatikan Soal dengan Nilai Berindikator Rendah Ini

Edukasi
Perayaan Natal Kemendikbud, Nadiem Ajak Semua Bekerja sebagai Sahabat

Perayaan Natal Kemendikbud, Nadiem Ajak Semua Bekerja sebagai Sahabat

Edukasi
10 Manfaat Besar bila Kamu Mahir Bahasa Asing

10 Manfaat Besar bila Kamu Mahir Bahasa Asing

Edukasi
UN 2019 SMP Mapel Bahasa Indonesia, Perhatikan Soal Berindikator Rendah Ini

UN 2019 SMP Mapel Bahasa Indonesia, Perhatikan Soal Berindikator Rendah Ini

Edukasi
Beasiswa Pelatihan Khusus Guru SD dan SMP/SMA ke Amerika Serikat

Beasiswa Pelatihan Khusus Guru SD dan SMP/SMA ke Amerika Serikat

Edukasi
15 SMP Negeri Peraih UN Tertinggi Tingkat Nasional

15 SMP Negeri Peraih UN Tertinggi Tingkat Nasional

Edukasi
4 Alasan Pentingnya Latihan Soal dalam Hadapi Ujian

4 Alasan Pentingnya Latihan Soal dalam Hadapi Ujian

Edukasi
Kantor Baru LTMPT Resmi Pindah Hari Ini, Catat Nomor Kontak Penting

Kantor Baru LTMPT Resmi Pindah Hari Ini, Catat Nomor Kontak Penting

Edukasi
[POPULER EDUKASI] Lowongan Kerja PT KAI I Rekrutmen Bintara TNI I Daftar 10 PTN Paling Diminati di SBMPTN

[POPULER EDUKASI] Lowongan Kerja PT KAI I Rekrutmen Bintara TNI I Daftar 10 PTN Paling Diminati di SBMPTN

Edukasi
Kisaran Nilai Passing Grade Jurusan Teknologi Informasi dan Sistem Informasi di SBMPTN

Kisaran Nilai Passing Grade Jurusan Teknologi Informasi dan Sistem Informasi di SBMPTN

Edukasi
Close Ads X