7 Etika dan Cara Menulis “E-mail” antara Mahasiswa dan Dosen di Jerman

Kompas.com - 16/10/2019, 20:46 WIB
Ilustrasi bahasa Jerman. Instagram Hutomo Suryo WasistoIlustrasi bahasa Jerman.


KOMPAS.com – Saat ini e-mail menjadi sarana komunikasi antara mahasiswa dan dosen atau profesornya yang sering digunakan. e-mail menjadi alternatif interaksi selain tatap muka sehari-hari di kelas atau dalam jam kuliah.

Korespondensi e-mail antara mahasiswa dan dosen menjadi hal lumrah di Jerman. Meskipun ruang kelas mahasiswa dekat dengan kantor dosen, sering kali komunikasi dilakukan lewat e-mail.

Hal itu diungkapkan Dr Ing Hutomo Suryo Wasisto, dosen dan peneliti Indonesia yang telah berpengalaman sekitar sembilan tahun bekerja di Technische Universitat Braunschweig, Jerman.

Kebiasaan di Jerman ini sedikit berbeda berbeda dari beberapa negara lain di mana mahasiswa kerap menggunakan media sosial, misal WhatsApp untuk melakukan komunikasi, bahkan untuk mengirim dokumen penting.

Namun, cara itu tidak berlaku di Jerman. Sebaliknya, segala sesuatu harus ditulis dan didokumentasikan dalam e-mail.

“Kadang mahasiswa merasa bingung bagaimana mengirim e-mail, kenapa tidak dibalas? Memang kalau di Jerman walaupun kantornya sebelahan, tapi komunkasi lebih sering pakai e-mail,” ujar Ito, panggilan akrabnya, ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (15/10/2019).

Sebagai dosen di Jerman, ia mencoba membagikan informasi mengenai cara agar mahasiswa bisa berkomunikasi ke dosen melalui e-mail dalam bahasa Jerman dan Inggris yang benar.

Baca juga: Ilmuwan Diaspora dan Menanti Lahirnya Habibie-Habibie Baru

Dengan begitu, mahasiswa bisa menghindari berbagai kesalahan penggunaan bahasa dan/atau ketidakpatutan tertentu.

Lewat akun media sosialnya, Ito memberikan tujuh panduan sebagai berikut:

1. Tuliskan kata pembuka dengan benar

Cara paling mudah untuk menyampaikan kata pembuka kepada seseorang adalah dengan menuliskan: “Dear X”. Bahasa Inggris tidak membedakan antara “Liebe(r)” dan “Sehr geehrte (r)”, seperti yang diatur dalam bahasa Jerman.

Jangan menulis “Hello X” (dalam bahasa Jerman ditulis “Hallo X”). Arti yang sama dalam bahasa Inggris yaitu “Hi”. Itu merupakan bahasa percakapan sehari-hari dan normal bagi sesama mahasiswa, tetapi tidak sopan jika dilakukan antara mahasiswa dan dosennya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

61 Jurusan Soshum UPI Berikut Daya Tampung di SBMPTN 2020 dan Peminat 2019

Edukasi
Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Daya Tampung SBMPTN 2020 UPI, Ini 29 Jurusan Saintek Berikut Peminat di 2019

Edukasi
Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Tingkatkan Keselamatan, Sekolah Bisa Kerja Sama dengan Organisasi Pencinta Alam dan Instruktur Profesional

Edukasi
Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Indonesia Punya 718 Bahasa Ibu, Jangan Sampai Punah!

Edukasi
Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Siswa SMPN 1 Turi Hanyut, Sekolah Mesti Punya Pengetahuan Manajemen Perjalanan dan Risiko

Edukasi
Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Penyesuaian Model Kompetensi Guru Sesuai Perkembangan Zaman Perlu Dilakukan

Edukasi
Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Festival Sains dan Budaya 2020, Menggebrak Stigma Peringkat Bawah PISA Siswa Indonesia

Edukasi
Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Menjadi Manusia Waskita: Mari Kita Bicara tentang Kehilangan (Bagian II)

Edukasi
Menjadi Manusia Waskita (Bagian I)

Menjadi Manusia Waskita (Bagian I)

Edukasi
Mendikbud Nadiem Segera Lakukan Investigasi Lapangan Musibah Susur Sungai SMPN 1 Turi

Mendikbud Nadiem Segera Lakukan Investigasi Lapangan Musibah Susur Sungai SMPN 1 Turi

Edukasi
Kwarnas: Musibah di SMPN 1 Turi Itu Kegiatan Sekolah atau Pramuka?

Kwarnas: Musibah di SMPN 1 Turi Itu Kegiatan Sekolah atau Pramuka?

Edukasi
Musibah Susur Sungai, Mendikbud Nadiem Ingatkan Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

Musibah Susur Sungai, Mendikbud Nadiem Ingatkan Sekolah Utamakan Keselamatan Siswa

Edukasi
Mendikbud Nadiem Sampaikan Bela Sungkawa atas Musibah Susur Sungai SMP Sleman

Mendikbud Nadiem Sampaikan Bela Sungkawa atas Musibah Susur Sungai SMP Sleman

Edukasi
Kejadian di SMPN 1 Turi, Kwarnas Gerakan Pramuka Sampaikan Ini...

Kejadian di SMPN 1 Turi, Kwarnas Gerakan Pramuka Sampaikan Ini...

Edukasi
Orangtua, Ini 5 Cara Kenali Minat dan Bakat Anak sejak Dini

Orangtua, Ini 5 Cara Kenali Minat dan Bakat Anak sejak Dini

Edukasi
Close Ads X