Kompas.com - 18/10/2019, 15:01 WIB

Dia mengaku materi yang diajukan kepada pembimbingnya hanya diperbaiki satu kali karena ada koreksi. Setelah itu diperbaiki lagi dan langsung bisa diterima.

“Terkait guru besar ini saya merasa blessing karena saya tidak mengalami kesulitan apa-apa. Jadi rasanya blessing saja karena yang ditakutkan selama ini ternyata tidak saya alami,” imbuh Dyah.

Pencapaian komitmen

Dalam keseharian, Dyah merupakan bagian dari Faculty Member pada program Doctor of Research in Management Universitas Binus.

Dalam kesempatan sama, Rektor Universitas Binus Prof Harjanto Prabowo menuturkan sebagai bagian dari sekitar 1.200 Faculty Member di Universitas Binus, perjalanan karier yang tertinggi dari seorang dosen adalah mencapai guru besar.

“Pencapaian itu bukanlah sesuatu yang bersifat administratif, tapi komitmennya sudah dimulai ketika seseorang bergabung di Universitas Binus untuk menjadi Faculty Member,” ucap Prof Harjanto.

Dia mengungkapkan, pengukuhan seorang guru besar di bidang Strategic Management ini diharapkan menambah kekuatan akademik, terutama dalam kontribusinya untuk memperkuat kehadiran Universitas Binus di tengah-tengah masyarakat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.