"Sawitku Sayang, Sekolahku Tenang", Bisnis Mandiri Guru-Siswa SMPN 11 Batanghari

Kompas.com - 19/10/2019, 13:31 WIB
SMP Negeri 11 Batanghari sekolah kecil dengan 5 kelas dan terletak di atas tanah lebih dari 2 hektar, di pinggir kota Muara Bulian, Jambi lewat usaha mandiri kebun sawit yang dikelola guru dan siswa mampu memberikan seragam gratis bagi seluruh siswa baru. DOK. TANOTO FOUNDATION/TITIEN SUPRIHATIENSMP Negeri 11 Batanghari sekolah kecil dengan 5 kelas dan terletak di atas tanah lebih dari 2 hektar, di pinggir kota Muara Bulian, Jambi lewat usaha mandiri kebun sawit yang dikelola guru dan siswa mampu memberikan seragam gratis bagi seluruh siswa baru.

KOMPAS.com - SMP Negeri 11 Batanghari hanyalah sekolah kecil dengan 5 kelas dan terletak di atas tanah lebih dari 2 hektar, di pinggir kota Muara Bulian, Jambi.

Namun, siswa dan guru merasa bangga karena di tengah kondisi perekonomian masyarakat yang sulit, SMPN 11 Batanghari dalam 4 tahun terakhir mampu meringankan beban pendidikan siswanya lewat pemberian seragam gratis.

Hal ini dapat tercapai melalui usaha mandiri dan semangat wirausaha yang dilakukan guru dan siswa: kebun kelapa sawit.

"Ide ini muncul karena karena banyaknya keluhan masyarakat tentang mahalnya biaya seragam yang harus dibayar kepada pihak sekolah, sementara kondisi perekonomian masyarakat cukup sulit," ujar Hawani, guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 11 Batanghari.

Berangkat dari situ, di sisa lahan sekolah guru dan siswa menanam sekitar 130 batang pohon kelapa sawit dan dirawat secara gotong royong.

"Akhirnya (kebun sawit ini) menghasilkan. Tidak banyak, tetapi karena dikelola dengan baik, hasil itu bisa ditabung dan setiap tahun bisa dimanfaatkan untuk kepentingan siswa dan sekolah," ujar Hawani yang sekaligus merangkap sebagai bendahara.

Berkah sawit, seragam gratis

Ia menyampaikan rata-rata hasil panen baru berkisar Rp. 300.000-Rp. 500.000 setiap bulan. Hasil kebun sawit sepakat dimanfaatkan membantu siswa untuk membeli seragam gratis bagi seluruh siswa baru.

Baca juga: Buku Digital, Inovasi Pembelajaran Perkuat Literasi Kalimantan Utara

"Di awal 2016/2017, ketika itu kami menerima sekitar 80 siswa baru seluruhnya mendapatkan fasilitas 1 set seragam olahraga, topi, dasi, kaus kaki hitam, dan kaus kaki putih," kata Hawani.

Tahun berikutnya, program ini terus berlanjut dan berkembang. SMPN 11 Batanghari tidak hanya memberikan seragam olahraga gratis, tetapi juga kemeja batik.

"Terakhir, tahun ajaran 2018/2019 kami kembali memberikan seragam olahraga dan kemeja gratis dan seragam biru putih serta seragam Pramuka bagi siswa yatim atau piatu lengkap dengan kerudung. Tahun ini pun seragam olahraga gratis sudah langsung diserahkan kepada siswa baru di minggu pertama mereka sekolah," ujarnya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X