Tembus Kabut Asap, SMPN Tanjung Jebung Timur Belajar Rajut Nusantara

Kompas.com - 19/10/2019, 13:33 WIB
Meski masih didera bencana kabut asap, siswa SMPN 21 Tanjung Jebung Timur, Jambi dibawah pendampingan Dwi Nanda Akhmad, tetap antusias belajar aktif memahami keragaman dan kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki negara melalui pelajaran IPS. DOK. TANOTO FOUNDATION/DWI NANDA AKHMADMeski masih didera bencana kabut asap, siswa SMPN 21 Tanjung Jebung Timur, Jambi dibawah pendampingan Dwi Nanda Akhmad, tetap antusias belajar aktif memahami keragaman dan kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki negara melalui pelajaran IPS.

KOMPAS.com - Sebanyak 3.552 sekolah di Provinsi Jambi sempat diliburkan akibat kabut asap kebakaran lahan dan hutan (karhutla) yang kian parah (22/9/2019). Namun, kondisi ini tidak menyurutkan semangat guru dan siswa untuk kembali belajar dan memberi dampak bagi negeri.

Di tengah tantangan yang dialami sekolah di Provinsi Jambi, Dwi Nanda Akhmad, guru IPS SMPN 21 Tanjung Jebung Timur tetap mendorong siswa memahami keragaman dan kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki negara kita negara Indonesia.

Saat pembelajaran IPS siswa kelas VII C SMPN 21 Tanjung Jabung Timur kabut asap sudah sangat pekat hingga masuk ke ruang belajar.

Melalui pengalaman pelatihan Program Pintar dari Tanoto Foundation, Nanda mengajak siswa menerapkan pembelajaran IPS melalui praktik langsung untuk lebih mengenal dan mencintai budaya lokal di Tanjung Timur, Jambi. 

Cintai budaya lokal 

Tahap pertama, Nanda membagi siswa dalam beberapa kelompok dan kemudian menjelaskan hasil budaya dan tradisi yang dimiliki masyarakat Indonesia. Terlihat siswa antusias mengamati contoh hasil budaya yang diperlihatkan oleh guru.

Kemudian, siswa diajak ke Balai Adat Tanjab Timur untuk mencari contoh-contoh hasil budaya dan tradisi masyarakat Tanjab Timur dengan mewawancarai salah satu budayawan sebagai narasumber.

Baca juga: Menyanding Gawai Dalam Kelas, Menjadikan Lawan Jadi Kawan Pembelajaran

Siswa diajak membuat mind map atau peta konsep dari budaya dan tradisi yang ada pada masyarakat Indonesia, khususnya budaya dan tradisi masyarakat Jambi. Setelah mengerjakan tugas, siswa mempresentasikan hasil kerja kelompok.

Kelompok lain memperhatikan dan menanggapi hasil presentasi kelompok yang tampil. Model pembelajaran interaktif ini membuat siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran. Hal ini nampak dari aktifnya partisipasi peserta.

Siswa mengagumi kekayaan budaya dan tradisi lokal Tanjung Jabung Timur, seperti Mandi Safar, Haul Datuk Orang Kayo Hitam, Tari Kelung, dan Tradisi Nyumbun.

Inovasi belajar "peta konsep" 

Meski masih didera bencana kabut asap, siswa SMPN 21 Tanjung Jebung Timur, Jambi dibawah pendampingan Dwi Nanda Akhmad, tetap antusias belajar aktif memahami keragaman dan kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki negara melalui pelajaran IPS.DOK. TANOTO FOUNDATION/DWI NANDA AKHMAD Meski masih didera bencana kabut asap, siswa SMPN 21 Tanjung Jebung Timur, Jambi dibawah pendampingan Dwi Nanda Akhmad, tetap antusias belajar aktif memahami keragaman dan kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki negara melalui pelajaran IPS.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X