Hari Santri Nasional: Santri Garda Terdepan Keberagaman dan Kebangsaan

Kompas.com - 22/10/2019, 10:01 WIB
Peringatan Malam Puncak Hari Santri 2019, yang digelar Kementerian Agama RI, di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (21/10). DOK. DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM/KEMENAGPeringatan Malam Puncak Hari Santri 2019, yang digelar Kementerian Agama RI, di Taman Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (21/10).

Keberagamaan orang Indonesia banyak diuji dengan berbagai peristiwa dan banyaknya tokoh agama yang retoris. “Ilmu yang benar membuat pemiliknya tidak gampang terpancing provokasi. Hati-hati zaman sekarang banyak ustad yang aneh-aneh,” tambahnya.

Kepada sekitar 2.000 santri se Jabodetabek yang hadir, ia menekankan pentingnya ilmu bagi kehidupan berbangsa dan bernegara secara damai.

“Ilmu dan takut kepada Allah itu tak terpisahkan. Yang mengklaim berilmu tetapi tidak tercermin dalam sikap maka ilmunya palsu” pungkasnya.

Identitas santri: moderasi agama dan cinta tanah air

KH Ahmad Muwaffiwq (Gus Muwaffiq) tampil sebagai pembicara kedua mengatakan,
santri adalah pewearis ulama yang harus konsisten dengan ajaran Rasulullah SAW.

Islam bukan tentang jubah, tapi substansi syar’inya. “Jubah itu kalau di sini terwujud dalam bentuk sarung” katanya.

Di sini, tambah Gus Muwafiq, Islam tumbuh subur dan membangun mainset Islam rahmatan lilalamin. “Ruang besar yang namanya nusantara, kalau santri ikut mikir, semua selesai” tandasnya.

Bila keberagamaan ada di tangan santri seperti saat ini, maka negeri ini akan meraih kedamaian. “Karena cinta tanah air dan moderasi beragama telah sukses menjadi bagian dari identitas santri” katanya.

Tema acara syar dan syair perdamaian ditampilkan dalam shalawat dan lagu-lagu islami oleh Grup Syubbanul Muslimin yang dibintangi oleh Gus Azmi sebagai vokalis utama. Selain itu, dalam acara juga diumumkan juara serta penyerahan hadiah pemenang "Santri Millennial Competitions 2019" dengan total hadiah mencapai Rp 187,5 juta.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X