Kompas.com - 23/10/2019, 09:43 WIB
Salah satu pendiri yang juga CEO goJek Nadiem Makarim melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). WAHYU PUTRO ASalah satu pendiri yang juga CEO goJek Nadiem Makarim melambaikan tangannya saat berjalan memasuki Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019).


KOMPAS.com – Presiden Joko Widodo mengumumkan para menteri yang masuk Kabinet Kerja Jilid 2 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Salah satu orang yang diumumkan masuk kabinet tersebut ialah Nadiem Makarim. Dia ditunjuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) periode 2019-2024.

"Kita akan membuat terobosan-terobosan yang signifikan dalam pengembangan SDM yang siap kerja, siap berusaha, dan link and match antara pendidikan dan industri," ujar Presiden Jokowi ketika memperkenalkan Nadiem sebagai Mendikbud baru.

Lalu, bagaimana profil pria yang bernama lengkap Nadiem Anwar Makarim ini?

Nadiem lahir di Singapura pada 4 Juli 1984. Namanya terkenal sebagai seorang pengusaha berbasis teknologi di Indonesia karena dia merupakan pendiri dan CEO Gojek Indonesia.

Perusahaan itu sangat familiar sebagai penyedia aplikasi transportasi daring yang beroperasi di Indonesia dan sejumlah negara di Asia Tenggara, seperti Singapura, Vietnam, dan Thailand.

Seperti dipublikasikan di akun LinkedIn, Nadiem Makarim berstatus sebagai pendiri dan CEO Gojek Indonesia dari Maret 2011 sampai tahun ini.

Baca juga: Pengamat Pendidikan: Penting Program, Bukan Nomenklaturnya

Sebelumnya, dia menjabat sebagai Associate di McKinsey and Company dari Agustus 2006 sampai Maret 2009.

Kemudian, dari November 2011 sampai Agustus 2012 dia menduduki posisi sebagai Managing Director Zalora Indonesia.

Berikutnya, dari April 2013 sampai Maret 2014 Nadiem mengemban tugas sebagai Chief Innovation Officer Kartuku.

Adapun latar belakang pendidikan, dia mendapatkan gelar Bachelor of Arts (BA) untuk jurusan International Relations and Affairs yang dijalani dari 2002 sampai 2006.

Selanjutnya, dari 2009 sampai 2011 dia mengambil kuliah gelar Master of Business Administration (MBA) di Harvard Business School.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X