Tantangan Nadiem Majukan Pendidikan: Birokrasi

Kompas.com - 08/11/2019, 17:19 WIB
Sudah hampir setahun, puluhan siswa SD Negeri 9 Pegasing, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, harus duduk di lantai saat belajar di sekolah. KOMPAS.com/ IWAN BAHAGIASudah hampir setahun, puluhan siswa SD Negeri 9 Pegasing, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, harus duduk di lantai saat belajar di sekolah.

KOMPAS.com - Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim akan menghadapi tantangan berat dalam memajukan sektor pendidikan di Indonesia.

Ada sejumlah tantangan mulai dari birokrasi, komunikasi, dan fasilitas pendidikan yang ada di Indonesia saat ini.

Saat dihubungi Kompas.com (5/11/2019), Ramli Rahim menyampaikan setidaknya ada 3 hal perlu diperhatikan Mendikbud Nadiem:

1. Hambatan birokrasi

"Pertama, birokrasi. Koordinasi internal diperlukan untuk menuntaskan hambatan birokrasi. Apalagi saat ini pendidikan tinggi kembali lagi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Ramli. 

2. Pola komunikasi

Selain itu, ia menambahkan pola komunikasi Nadiem juga mesti diperhatikan. Ia beralasan, kini Nadiem akan berhadapan dengan para cendikiawan yang berpendidikan dan berpengalaman dibandingkan Nadiem.

Baca juga: Jika Saya Nadiem Makarim...

"Nadiem akan berhadapan dengan rektor, dosen yang berpendidikan setingkat profesor dan jauh lebih pintar. Ia masih muda, komunikasi yang dibangun harus tepat," tambahnya.

3. Fasilitas pendidikan

Fasilitas pendidikan yang ada di Indonesia saat ini juga menjadi sorotan IGI. Menurut Ramli, saat ini fasilitas pendidikan di Indonesia baru cukup untuk menghadapi abad ke-19.

"Sementara, gurunya baru abad ke-20. Muridnya sekarang sudah siap memasuki abad ke-21," ujar Ramli.

Ia berharap Nadiem bisa melakukan terobosan-terobosan dalam program yang ia jalankan demi memajukan sektor pendidikan. Saat ini, IGI terus berkomunikasi dengan Kemendikbud untuk bersinergi memajukan sektor pendidikan Indonesia.

Sebelumnya, IGI mengajukan beberapa solusi untuk Nadiem dalam rangka memajukan kualitas pendidikan di sekolah dasar dan menengah.

Beberapa hal yang disampaikan seperti penghapusan mata pelajaran bahasa Inggris di tingkat SMP dan SMA, penghapusan jabatan Pengawas Sekolah, menjadikan SMK berbasis Sistem Kredit Semester, dan sejumlah solusi lainnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X