Kisah Inspiratif, Sriyono Guru PAUD Penyandang Disabilitas dari Blora

Kompas.com - 11/11/2019, 10:22 WIB
Sriyono Abdul Qohar sedang mengajar anak-anak usia dini. Sriyono merupakan guru PAUD disabilitas asal Blora, Jawa Tengah yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan kategori penyandang cacat peduli PAUD. Ia mendirikan dan mengajar di PAUD Gembira Ria di Blora. Dok. Sriyono Abdul QoharSriyono Abdul Qohar sedang mengajar anak-anak usia dini. Sriyono merupakan guru PAUD disabilitas asal Blora, Jawa Tengah yang mendapatkan penghargaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dengan kategori penyandang cacat peduli PAUD. Ia mendirikan dan mengajar di PAUD Gembira Ria di Blora.

"Anak-anak selalu menyambut saya. Saya kangen saja kalau gak masuk. 2-3 hari pasti ditanyakan ke mana," ujar Sriyono.

Ia bermimpi untuk mendirikan PAUD inklusi untuk disabilitas. Menurutnya, orangtua yang memiliki anak usia dini dengan status disabilitas akan malu untuk menyekolahkan anaknya.

"Saya ingin memotivasi orangtua agar anaknya tetap di sekolah PAUD," tambah Sriyono.

Raih penghargaan PAUD

Selama ia mengajar, muridnya tergolong beragam. Ia pernah mendapatkan murid disabilitas seperti tuna rungu, hiperaktif, dan tuna wicara.

Sriyono adalah salah satu potret guru penyandang disabilitas yang terus mengabdi untuk dunia pendidikan di Indonesia selama 10 tahun terakhir. Terlahir sebagai seorang tuna daksa, ia berprinsip untuk terus berjalan meskipun orang lain berkata apapun.

"Ini pembuktian bagi saya, difabel bisa mengajar walaupun di sekolah PAUD," kata Sriyono.

Sriyono bersama Tutik Isyani dari Boyolali mendapatkan penghargaan Kategori Penyandang Cacat Peduli PAUD pada Rabu (6/11/2019) lalu di Jakarta.

Penghargaan diberikan langsung Direktur Pembinaan PAUD Muhammad Hasbi.

"Saya sangat bangga dan senang bisa memberikan kontribusi kepada Indonesia di dunia pendidikan PAUD terkhusus buat teman-teman disabilitas indonesia untuk tetap berkarya," kata Sriyono.

Ia menyebutkan keterbatasan tidak menghalangi untuk berkarya sesuai kemampuan yang dimiliki walaupun sekecil apapun.

"Buktinya hanya seorang difabel tetapi bisa membawa nama harum kota kelahiran saya yaitu Kabupaten Blora. Kado untuk Blora yang akan memperingati Hari Jadi Blora," ujarnya.

Sriyono merupakan salah satu dari banyak penyandang disabilitas inspiratif di Indonesia. Kisah Sriyono membuktikan bahwa disabilitas bisa berkarya asal mendapatkan akses setara.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X