Menristek Ajak Generasi Muda jadi "Pahlawan Kekinian" lewat Riset dan Inovasi

Kompas.com - 11/11/2019, 12:07 WIB
Menristek Bambang Brodjonegoro menjajal inovasi virtual reality usai menyampaikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ke-59 di Graha ITS, Surabaya (10/11/209). DOK. KOMPAS.comMenristek Bambang Brodjonegoro menjajal inovasi virtual reality usai menyampaikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya ke-59 di Graha ITS, Surabaya (10/11/209).

 

KOMPAS.com - Dalam kondisi kekinian kita tetap bisa menjadi pahlawan. Salah satunya adalah menjadi pahlawan di bidang ilmu pengetahuan teknologi dan pahlawan inovasi.

Menjadi "pahlawan zaman now" menjadi ajakan yang disampaikan Menristek Bambang Brodjonegoro usai menyampaikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis Institut Teknologi Sepuluh Nopember ( ITS) Surabaya ke-59 di Graha ITS, Surabaya (10/11/209).

Menristek dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengajak generasi muda untuk menorehkan prestasi lewar inovasi yang memberi dampak langsung pada masyarakat.

"Jadi siapapun yang bisa membuat inovasi yang membuat dampak langsung kepada masyarakat misalnya membantu  kehidupan yang paling sulit, itu adalah pahlawan. Ini adalah perjuangan baru. Perjuangan untuk membawa Indonesia menjadi negara maju karena itu kita membutuhkan inovator lebih banyak," tegas Bambang Brodjonegoro.

Optimisme "Indonesia Emas 2045"

Dalam orasi ilmiah tersebut Menteri Bambang menyampaikan rasa optimisnya Indonesia akan menjadi 10 besar perekonomian dunia pada tahun 2030 (saat ini di urutan 16) dan masuk dalam 4 besar dunai tahun 2045. Hal ini terlihat melalui proyeksi ‘World Bank’ mengenai tingkat pertumbuhan ekonomi Indonesia berkisar 5,3 persen.

Baca juga: Perkuat Inovasi dan Riset, Menristek Dorong Kolaborasi Indonesia-Belanda

Menuju optimistime tersebut, Menristek Bambang mengajak generasi muda untuk menghadapi tantangan nyata dalam dunia riset dan inovasi Indonesia. 

"Realita peringkat daya saing Indonesia turun ke posisi 50, di mana Innovation Capability menduduki peringkat ke-74 dari 141 negara. Persentase SDM Iptek masih sangat kecil. Sedangkan SDM iptek dan inovasi merupakan kunci utama untuk mewujudkan Indonesia maju dan berdaya saing," jelas Kepala BRIN.

Terkait hal itu, Bambang menyampaikan Presiden Republik Indonesia telah mendorong percepatan pembangunan dengan misi Sumber Daya Manusia Unggul-Indonesia maju. "Salah satu hal yang ditekankan dalam misi tersebut adalah kita harus membangun Indonesia yang adaptif, kompetitif, inovatif, dan produktif," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi perkembangan dari ITS yang telah berkontribusi melahirkan ratusan ribu lulusan sarjana serta menghasilkan produk-produk invensi dan inovasi untuk mendukung pembangunan nasional sekarang dan di masa yang akan datang.

ITS menuju universitas riset dunia

Menristek Bambang Brodjonegoro bersama Rektor ITS Prof. Mochamad Ashari dalam Dies Natalis ke-59 di Graha ITS, Surabaya (10/11/2019)DOK. KOMPAS.com Menristek Bambang Brodjonegoro bersama Rektor ITS Prof. Mochamad Ashari dalam Dies Natalis ke-59 di Graha ITS, Surabaya (10/11/2019)

Rektor ITS Prof. Mochamad Azhari menyampaikan, memasuki usia ke-59 telah banyak transformasi yang dilakukan ITS untuk beradaptasi terhadap perkembangan dan perubahan zaman. "ITS sebagai universitas riset dan inovasi telah memberikan kontribusi bagi bangsa dalam berbagai bidang khususnya melalui riset dan teknologi," ujar Prof. Mochamad Azhari.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X