BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dengan Avian

Cerita Afni dan Perjalanannya Meraih Cita-Cita

Kompas.com - 14/11/2019, 09:06 WIB
Nur Afni Talo-Talo (20), mahasiswi jurusan Bahasa Inggris, Universitas Dayanu Ikhsanuddin yang menjadi salah satu pemenang Beasiswa Juara Dok. PribadiNur Afni Talo-Talo (20), mahasiswi jurusan Bahasa Inggris, Universitas Dayanu Ikhsanuddin yang menjadi salah satu pemenang Beasiswa Juara

BOGOR, KOMPAS.com – Perjalanannya ke Jakarta dari Baubau, Sulawesi Tenggara, menjadi pengalaman baru bagi Nur Afni Talo-Talo (20).

Hari itu, Kamis (31/10/2019), untuk pertama kalinya, dia bepergian menuju Ibu Kota Jakarta menggunakan pesawat udara.

Afni menempuh jarak ribuan kilometer itu untuk satu tujuan, yakni mengikuti rangkaian acara Inagurasi Beasiswa Juara batch 2 dan 3 yang diselenggarakan di Gunung Geulis Campsite, Bogor, pada 1-3 November 2019.

Ya, Afni merupakan salah satu dari 88 orang pemenang beasiswa batch 2 dan 3 yang digelar oleh Avian Brands bersama dengan Harian Kompas.

Perempuan berkerudung itu bercerita, sebuah informasi dari grup obrolan Whatsapp menjadi awal mula perkenalannya dengan program beasiswa tersebut. Kala itu, temannya yang berkuliah di Jawa memberikan informasi bahwa ada sebuah program beasiswa yang bisa dia ikuti.

Mulanya Afni merasa asing dengan program itu. Bahkan, kampusnya pun tidak familiar dengan beasiswa tersebut. Namun, karena syarat pendaftarannya cukup mudah, dia akhirnya memutuskan untuk mencoba.

“Saya bisa memenuhi syarat administrasinya secara cepat. Tesnya juga enggak ribet. Tidak seperti yang lain ada resumenya, ada wawancara, buat esai dan lain-lain,” ucap Afni yang berkuliah di jurusan Bahasa Inggris, Universitas Dayanu Ikhsanuddin.

Tantangan justru dialami Afni saat tahap tes online. Ketika mengerjakan tes online, dia sempat dibuat bingung karena sistem yang mengalami masalah.

“Tes onlinenya dikasih waktu satu hari, tapi karena entah mungkin karena jaringan atau bagaimana di Sultra sana. Itu pas dibuka, klik mulai, langsung keluar halaman waktu Anda telah habis,” cerita Afni kepada Kompas.com, Jumat (1/11/2019).

Ternyata, setelah dicek banyak peserta yang mengalami kejadian serupa. Tak menyerah, Afni mencoba menghubungi pihak penyelenggara dan menceritakan kendalanya tersebut.

Setelah mendapat solusi dia kembali mencoba mengerjakan tes, hingga akhirnya berhasil menyelesaikan tes dengan menggunakan handphone.

Singkat cerita, akhirnya Afni yang bercita-cita menjadi guru ini, menerima kabar gembira bahwa dirinya berhasil memenangkan Beasiswa Juara, yang akan membiayai kuliahnya selama dua semester. Tak hanya itu dia juga diundang untuk mengikuti camp di Jakarta.

Di Jakarta, Afni bertemu dengan para pemenang beasiswa lain dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satunya, Jassinca Chrissma Audina (20) asal Palu, Sulawesi Tengah.

Sama seperti Afni, Jassinca berhasil memenangkan beasiswa untuk membiaya kuliahnya selama dua semester. Meski pada saat tes tidak menemui kendala teknis, Jassinca sempat dibuat khawatir karena sempat terlambat mendapatkan hasil dari tahap seleksi berkas.

“Saat itu lagi sibuk-sibuknya, jadi tidak sempat buka email. Saat sudah lewat hari pengumuman seleksi berkas, sudah mau tahap tes online, baru saya ingat untuk cek email. Pas cek ternyata tidak ada email. Saya pikir tidak lolos,” ucap Jassinca.

Di tengah kepasrahan, keberuntungan masih berpihak pada mahasiswi semester 5 Universitas Tadulako itu. Beberapa hari kemudian, dia menerima kabar bahwa dirinya lolos untuk mengikuti tahap selanjutnya, hingga akhirnya berhasil menjadi salah satu pemenang beasiswa.

Asah skill mahasiswa

Afni, Jassinca, dan puluhan pemenang beasiswa lainnya kemudian berkumpul di Jakarta untuk melaksanakan inagurasi. Para mahasiswa ini diberi apresiasi atas usaha dan pencapaiannya saat mengejar beasiswa.

Setiap orang menerima plakat sebagai tanda bahwa mereka adalah anak-anak muda hebat yang berani mengejar cita-citanya. Sebagai salah satu pemenang, Afni mengaku kaget bisa mendapat apresiasi sebesar itu.

“Saya kaget karena ternyata dapat plakat, sertifikat, dan semua-semuanya. Tidak menyangka kalau acaranya akan seperti ini,” ucapnya.

Tak berhenti sampai di situ, selama tiga hari para pemenang mengikuti berbagai kegiatan guna mengasah soft skill mereka.

Para pemenang Beasiswa Juara batch 2 dan 3 saat menghadiri acara Inagurasi di Gunung Geulis Campsite, Bogor, pada 1-3 November 2019KOMPAS.com/ANISSA DEA WIDIARINI Para pemenang Beasiswa Juara batch 2 dan 3 saat menghadiri acara Inagurasi di Gunung Geulis Campsite, Bogor, pada 1-3 November 2019

Misalnya, di hari kedua, Sabtu (2/11/2019), para mahasiswa menerima pelatihan dari Ina Liem, Founder dan CEO Jurusanku.com. Mengusung tema Meneropong Masa Depan, Ina Liem memberikan gambaran tentang kondisi nyata ekonomi dunia dan Indonesia di masa depan.

Ina juga memberikan bekal untuk para mahasiswa untuk bekerja nantinya. Sebab, saat ini skill menjadi hal utama yang dicari perusahaan, bukan lagi latar belakang pendidikan.

Hal itu berlaku pula bagi mahasiswa yang ingin memulai bisnisnya sendiri. Menurut Ina, dalam menciptakan bisnis harus dimulai dari masalah yang dialami masyarakat. Kemudian sebagai pebisnis, mereka harus bisa menciptakan solusi untuk permasalahan tersebut.

Selain pembekalan dari profesional, para mahasiswa pun mendapat pelatihan kepemimpinan dan kerja sama lewat cara menyenangkan. Misalnya, menonton film sarat inspirasi, seperti Three Idiots. Ada pula aktivitas fisik melalui games dan outbound yang tentunya juga mengasah soft skill.

Dukung kemajuan generasi penerus bangsa

Program beasiswa tersebut merupakan implementasi dari visi Avian Brands dan Harian Kompas untuk mendukung dan menghadirkan generasi-generasi Indonesia lebih hebat di masa depan.

“Tujuan kami satu. Kami mau semakin banyak anak-anak berprestasi bisa melanjutkan pendidikannya,” ucap Marketing Manager Avian Brands Mely Yanti, Jumat (1/11/2019).

Namun, menurut Mely, bantuan biaya pendidikan saja tidak cukup. Pihaknya juga ingin membekali para pemenang beasiswa dengan berbagai keterampilanuntuk menghadapi tantangan dan perubahan di masa depan.

Pasalnya, dia menyadari untuk menghadapi tantangan dunia kerja, tak cukup hanya mengandalkan hard skill. Kemampuan untuk berkolaborasi dan soft skill lainnya juga sangat dibutuhkan.

“Jadi, sekarang ada pelatihan di camp ini. Kami juga ingin mereka lebih terbuka pemikirannya. Lebih dewasa untuk bisa benar-benar menyambut dunia kerja,” kata Mely, di Bogor, Jumat (1/11/2019).

Untuk diketahui, program tersebut memberikan 400 beasiswa berupa biaya pendidikan. Adapun rinciannya, beasiswa diberikan untuk 320 siswa SMA yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan 80 mahasiswa.

Mely pun berpesan, agar setelah kegiatan tersebut para pemenang beasiswa terus belajar dengan giat dan bersungguh-sungguh guna mempersiapkan diri menyambut dunia kerja nantinya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.