16 Kepala Daerah Raih "Anugerah Kihajar" Kemendikbud

Kompas.com - 16/11/2019, 08:53 WIB
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) memberikan penghargaan kepada 16 kepala daerah pada malam Anugerah KIHAJAR, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (14/11). Dok. Kementerian Pedidikan dan KebudayaanKementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) memberikan penghargaan kepada 16 kepala daerah pada malam Anugerah KIHAJAR, di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (14/11).

KOMPAS.com - Teknologi informasi dan komunikasi ( TIK) berperan penting untuk memajukan sektor pendidikan dan kebudayaan di Indonesia. Peningkatan peran TIK perlu untuk menjawab tantangan perkembangan era digital.

Dalam upaya memberikan apresiasi kepada daerah yang memiliki komitmen dalam menggunakan TIK untuk memajukan pendidikan dan kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (Pustekkom) memberikan penghargaan kepada 16 kepala daerah pada malam " Anugerah Kihajar" di Balai Kartini, Jakarta, Kamis (14/11).

Penyelenggaraan "Anugerah Kihajar" tahun ini mengangkat tema "Membangun Generasi Unggul dan Berkarakter di Era Digital".

“Dengan tema tersebut, tentu penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi dan juga memberi contoh bagi daerah-daerah lain agar teknologi informasi menjadi bagian dari proses pendidikan dan kebudayaan yang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi," ujar Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemendikbud, Didik Suhardi Didik dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Program Digital Talent Scholarship 2019 Kominfo untuk Guru TIK

Ia menambahkan kepala daerah yang tahu, peduli, dan mengantisipasi kebutuhan anak-anaknya adalah kepala daerah yang mempersiapkan putra-putrinya sebaik-baiknya, khususnya dalam memasuki era digital.

Di samping itu, ia berkeyakinan bahwa generasi muda Indonesia sudah sangat maju dengan teknologi. Oleh karena itu, akan sangat rugi jika pemerintah dan pemerintah daerah tidak menyiapkan teknologi informasi yang memadai.

Kemendikbud telah menyiapkan aplikasi sumber belajar yakni aplikasi Rumah Belajar versi mobile. Aplikasi yang berisi konten-konten pembelajaran dan aplikasi e-pembelajaran untuk siswa dan pendidik ini diluncurkan pada Malam Anugerah KIHAJAR.

“Selain itu, ada TV Edukasi yang tentu akan sangat bermanfaat. Kedua media ini bisa dimanfaatkan di dalam maupun di luar kelas sehingga anak-anak bisa belajar di mana saja," tambahnya.

Ia berharap para kepala daerah bisa mendorong peserta didik untuk menggunakan teknologi informasi dengan bijaksana. Penggunakan teknologi informasi bukan sekedar untuk bermain games melainkan juga untuk proses belajar.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X