"Link and Match" Pendidikan-Industri Butuh Perencanaan dan Penyesuaian Kurikulum

Kompas.com - 21/11/2019, 21:28 WIB
Upacara wisuda untuk Program  Sarjana Paralel, Ekstensi, dan Pendidikan Vokasi semester genap tahun akademik 2018/2019 pada Jumat (30/8/2019) di Balairung UI Kampus Depok. KOMPAS.com/ERWIN HUTAPEAUpacara wisuda untuk Program Sarjana Paralel, Ekstensi, dan Pendidikan Vokasi semester genap tahun akademik 2018/2019 pada Jumat (30/8/2019) di Balairung UI Kampus Depok.

KOMPAS.com - Bank Dunia dalam laporan "The Promise of Education in Indonesia" menyebutkan banyak generasi muda di Indonesia menerima pekerjaan bergaji rendah.

Hal itu dikarenakan banyak siswa hanya menyelesaikan pendidikan menengah atas tetapi tidak memiliki keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia kerja.

"Hal ini terjadi saat anak-anak mulai menerima fondasi yang lemah dalam pembelajaran membaca dan matematika ketika mereka berada di tingkat Pendidikan Dasar," demikian tertulis dalam laporan Bank Dunia.

Faktor lainnya adalah ketidaksesuaian antara keterampilan diberikan pendidikan kejuruan dan pendidikan tinggi dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar kerja dalam industri 4.0.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Perdagangan, Benny Soetrisno mengatakan ketidaksesuaian antara kemampuan sumber daya manusia dan kebutuhan dunia kerja sudah lama terjadi di Indonesia.

Menurut Benny, budaya kerja seperti tepat waktu dan disiplin kerja belum terbentuk.

Baca juga: Menristekdikti: PMMB Link and Match Pendidikan Tinggi dan Industri

"Setiap perusahaan yang mendeploy pekerjaan itu melakukan semacam training disesuaikan kebutuhan kita (dunia kerja)," kata Benny saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/11/2019).

Perencanaan SDM

Menurutnya, ketidakcocokan antara kemampuan sumber daya manusia dan kebutuhan lapangan kerja dimulai jenjang rumah hingga ke sekolah. Benny menyebutkan seharusnya SDM mestinya disesuaikan dengan permintaan dunia industri.

Menurut Benny, Indonesia perlu membuat "Man Power Planning" untuk pemenuhan SDM yang sesuai dengan dunia industri.

Man Power Planning merupakan suatu proses mengidentifkasi, mengevaluasi, dan juga merencanakan pemenuhan kebutuhan SDM yang akan menempati jabatan tertentu dalam perusahaan sesuai dengan standar kebutuhan yang sudah ditetapkan sebelumnya.

“Misalnya rasio seorang terdidik ilmu hukum di masyarakat itu belum ada,” jelasnya.
Ia berharap lembaga pendidikan jangan sekedar menjadi bisnis usaha seperti sektor swasta yang melepas lulusan untuk berjuang sendiri mencari lapangan kerja.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X