Siapkan SDM Unggul Keamanan Siber, Huawei Gelar "TechDay 2019" di 3 Kampus

Kompas.com - 22/11/2019, 15:53 WIB
Zhangyizun (Director Delivery & Service Department, Huawei Indonesia) dalam salah satu sesi TechDay 2019 yang digelar Huawei Indonesia dan BSSN di 3 universitas; UI, ITB dan Telkom Bandung. DOK. HUAWEI INDONESIAZhangyizun (Director Delivery & Service Department, Huawei Indonesia) dalam salah satu sesi TechDay 2019 yang digelar Huawei Indonesia dan BSSN di 3 universitas; UI, ITB dan Telkom Bandung.

KOMPAS.com- Teknologi 5G diprediksikan akan mulai merambah kehidupan sehari-hari dengan membawa kecepatan akses internet makin tinggi. Teknologi baru ini pastinya membuka beragam peluang dan pemanfaatan baru di setiap lini kehidupan manusia, mulai dari penerapan Internet of Things (IoT) di rumah-rumah, kendaraan nirpengemudi, hingga kota pintar.

Di sisi lain, era 5G juga tidak luput dari risiko keamanan lalu lintas informasi yang diakibatkan serangan siber maupun upaya pembobolan data. Terdapat laporan menyebutkan selama tahun 2018, lebih dari 200 juta serangan siber dilancarkan mengarah ke Indonesia.

Menghadapi tantangan era 5G tersebut, Huawei Indonesia terdorong turut serta dalam pembangunan sumber daya manusia ( SDM) unggul yang mampu membangun strategi pendeteksian dini terhadap keamanan di ruang siber.

Komitmen ini kemudia mendorong Huawei Indonesia menggelar "TechDay" di 3 (tiga) universitas terkemuka di Indonesia yakni  Universitas Indonesia ( UI), Universitas Telkom Bandung, dan Institut Teknologi Bandung ( ITB) di bulan September-November 2019.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Minta Google Bantu Dorong SDM Teknologi di Indonesia

Kerja sama BSSN

"TechDay" merupakan bagian dari program SmartGen 2019 yang bertujuan membangun kesiapan Indonesia memasuki era 5G bersama digelarnya teknologi-teknologi baru di masa depan.

Melalui program ini diharapkan dapat menumbuhkan pemahaman mahasiswa mengenai teknologi 5G, membuka wawasan tentang potensi dan manfaat dari teknologi tersebut bagi masyarakat, serta mitigasi dini terhadap risiko keamanan siber di tengah berkembangnya tantangan dalam upaya perlindungan data dan privasi di masa kini.

Kegiatan alih pengetahuan ini dikemas dalam bentuk lokakarya bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

“Kerja sama yang terjalin antara BSSN dan Huawei dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan edukatif seperti pertukaran informasi, lokakarya, dan pelatihan di bidang keamanan siber merupakan bentuk komitmen kami dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang keamanan siber," ujar Ken Qijian, Vice President Public Affairs and Communications Huawei Indonesia.

Ken Qijian berharap, "Kerja sama ini juga diharapkan menjadi sarana kolaborasi dalam pengembangan riset di bidang keamanan siber yang dibutuhkan untuk meningkatkan kompetensi dan kapabilitas personil maupun teknologi demi terwujudnya keamanan siber nasional yang kokoh.”

SDM keamanan siber

“Agar kita selalu berada di garis terdepan dalam upaya memperkuat keamanan siber, dibutuhkan pola pikir selangkah lebih jauh," jelas Ken Qijian.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X