Iacocca, Jobs dan Trump: Kebangkitan Ingatan dan Kehendak

Kompas.com - 23/11/2019, 14:02 WIB
Topi merah Donald Trump bertuliskan Make America Great Again AP via The Washington PostTopi merah Donald Trump bertuliskan Make America Great Again

KOMPAS.com - Manhattan, Selasa 8 November 2016. Bersama dengan sahabat sekaligus mitra bisnis saya, kami mengamati beberapa channel berita di TV hotel sebelum akhirnya memutuskan untuk beredar di jalanan hingga ke Manhattan Selatan. Wall Street adalah tujuan kami.

Hari itu sangatlah istimewa: Pemilu Presiden Amerika!

Sehari sebelumnya kami baru kembali dari Boston setelah mengikuti program pengembangan professional (PDP) beberapa hari di salah satu kampus di Cambridge, MA. Sepanjang hari-hari pelatihan di kelas, sekitar empat-puluhan peserta iseng membahas siapa yang akan memenangkan kursi di Gedung Putih.

CNN, Fox, CNBC dan CBS bergantian menayangkan ‘breaking news’ seolah itu yang paling penting dimunculkan setiap setengah jam.

Layaknya El Classico, baik Donald Trump maupun Hillary Clinton bergantian naik rating-nya selama minggu-minggu terakhir masa kampanye. Seperti mayoritas peserta PDP di kelas kami, saya pun berharap – atau lebih tepatnya ‘yakin’ – bahwa Clinton akan memenangkan pertarungan itu.

Sim Salabim! Trump yang menang!

"Again" adalah tongkat sulap

Saya hanya geleng-geleng kepala. Secara jumlah popular vote, Trump kalah jumlah dengan selisih hampir 3 juta voter dibanding Clinton. Namun sistem electoral vote telah memenangkan Trump (304) melawan Clinton (227). Baiklah, kita tak bisa berdebat soal sistem itu. Tapi, apa yang membuat Trump menang?

Nah ini yang menarik. Meski lebih banyak di unit pengembangan bisnis, untuk sekian lama saya ikut mengurusi pemasaran. Ada satu hal yang mungkin telah membangkitkan spirit nasionalisme Amerika, yakni tagline dalam kampanye Trump: Make Amerika Great Again. Oh, kata ‘Great’? Bukan. Tapi kata ‘Again’!

Di dalam bisnis, ‘again’ adalah tongkat sulap.

Mengingat dan mengulang suatu peristiwa (comemorate) adalah sentimentalisme manusia. Karena masuk ke lubuk sanubari, ia menjadi seperti candu, membuat ketagihan kepada masa lalu. Nah, orang-orang pemasaran sangat suka hal-hal seperti ini.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X