Bocoran HRD, Ini 4 Soft Skill Penting Harus Dimiliki Data Scientist

Kompas.com - 23/11/2019, 15:38 WIB
Ilustrasi PEXELS.comIlustrasi

KOMPAS.com - Bagi profesi data scientist, memiliki kemampuan hardskill seperti menguasai teknik analisa data dan menerjemahkannya menjadi visualisasi yang baik memang perlu, namun ternyata itu saja tidak cukup.

Kini kemampuan soft skill pun harus dimiliki guna mendukung menjadi data scientist yang mampu bersaing secara global. 

DQLab.id, platform belajar data sciece online berbasis projek riil, mencoba mengumpulkan soft skill apa saja yang diperlukan dalam seseorang dapat sukses dalam merintis karir sebagai data scientist. 

Ternyata masing-masing industri seperti fintech dan IoT memiliki kriteria berbeda. Berdasarkan hasil diskusi DQLab dengan HR Amartha Fintech dan eFishery IoT, berikut 4 soft skill yang harus dimiliki seorang data scientist:

1. Etika dan keingintahuan

Startup Amartha menilai etika baik menjadi unsur penting dalam merekrut data scientist di industri ini,. Selain itu, calon data scientist juga harus memiliki keingintahuan tinggi. Hal ini menjad poin utama calon data scientist untuk terjun di industri Fintech.

2. Sikap dan komunikasi

“Tidak hanya attitude-nya saja yang baik, percaya diri pada skill yang dimiliki pun juga kami nilai di sini,” Ujar Agung, HR Amartha.

Baca juga: Temukan Korelasi ASI dan Capaian UN, Tim UMN Raih Juara Kompetisi Data Science

Kemampuan komunikasi baik pun harus dimiliki. Pasalnya seorang data scientist harus mampu menyampaikan hasil pengolahan data dan analisa dengan baik kepada stakeholder yang membutuhkannya.

“Komunikasi yang baik sangat diperlukan. Kan mereka akan mengkomunikasikan data kepada tim yang lain, jadi cara penyampaian yang baik juga perlu," tambah Agung.

3. Teliti dan kritis

Efishery punya tambahan kriteria khusus dalam menilai data scientist di startup industri IoT yakni ketelitian tinggi. Hal ini diutamakan karena menyangkut jenis dan kompleksitas data yang harus dikelola oleh seorang data scientist di industri ini.

“Selain teliti, pemikiran yang kritis juga kita butuhkan untuk memunculkan ide dan juga untuk pengolahan data,” ujar Bibi, HR Efishery.

4. Kreatif

Bekerja mengolah data bukan berarti pekerjaan data scientist tidak membutuhkan kreatif. Justru keterampilan mencari dan mengkoneksikan hasil analisa data sangat dibutuhkan untuk dapat menghasilkan prediksi bisnis yang tepat.

Seperti kemampuan hard skill, soft skill juga dapat diasah dengan terus mengasah teknik pengolahan data. Salah satu cara dapat dilakukan adalah bergabung dengan komunitas data. Bisa jadi, DQlab.id merupakan jawaban yang sedang dicari.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X