Titien Suprihatien, Guru Pengabdi Lingkungan Komit dengan Pembelajaran Aktif

Kompas.com - 25/11/2019, 07:30 WIB
Titien Suprihatien, guru IPA SMPN 11 Batang Hari, Jambi, baru saja mendapat penghargaan sebagai guru pengabdi lingkungan dari Pemda Batang Hari. DOK. PRIBADI/TITIEN SUPRIHATIENTitien Suprihatien, guru IPA SMPN 11 Batang Hari, Jambi, baru saja mendapat penghargaan sebagai guru pengabdi lingkungan dari Pemda Batang Hari.

KOMPAS.com - Titien Suprihatien, guru IPA SMPN 11 Batang Hari, Jambi, baru saja mendapat penghargaan sebagai guru pengabdi lingkungan dari Pemda Batang Hari.

Penghargaan itu diperolehnya karena dia dinilai konsisten mengajar IPA dengan pendekatan pembelajaran aktif berbasis lingkungan. Titien selama ini memang dikenal sebagai guru yang sering mengajak siswanya berpraktik melakukan percobaan.

Terobosan Titien menjadi contoh nyata pesan Mendikbud Nadiem di Hari Guru Nasional 2019 untuk mengajak murid keluar kelas untuk belajar dari dunia sekitarnya, tanpa beban kurikulum yang begitu padat menutup pintu petualangan.

Lihat saja, kantong kresek bekas bisa disuling oleh siswa menjadi alternatif bahan bakar. Popok bekas bayi dijadikan media tanam dan pupuk untuk pot-pot tanaman di sekolah. Limbah makanan rumah tangga, bisa diubah menjadi menjadi pupuk mol yang bermanfaat.

Semua topik IPA selalu menjadi bahan pembelajaran yang membuat siswanya belajar aktif. “Mengajar dengan praktik membuat siswa menjadi lebih mudah memahami pembelajaran karena mereka sudah mengalami langsung," kata Titien.

Baca juga: Refleksi Hari Guru: Pengabaian di Ruang-ruang Kelas Kita

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Metode belajar siswa aktif

Misalnya dalam pembelajaran bioteknologi. Titien mengajak siswanya berpraktik membuat tempe dan mengamati proses fermentasi yang terjadi. Siswa juga ditugaskan membaca referensi bioteknologi dari berbagai sumber.

"Hasil percobaan membuat tempe mereka tulis dan dibuat laporan hasil pengamatannya. Mendiskusikan hasilnya di kelompok dan dipresentasikan di kelas. Cara ini membuat siswa bisa menjelaskan dengan baik bioteknologi tanpa harus diceramahi oleh guru," ujar Titien.

Mengajar dengan pembelajaran aktif, menurut Titien awalnya memang tidak mudah. Sebelum mengajar dia harus menyiapkannya perangkat pembelajaran sampai alat dan bahan untuk percobaan. Semua perlu perjuangan.

Hanya setelah terbiasa dilakukan terus menerus, sekarang dia sudah menjadi lebih mudah menerapkan pembelajaran aktif. Siswa dan orang tua juga bisa dilibatkan untuk menyediakan alat dan bahan percobaan dari rumah.

Bekal untuk SMA dan kuliah

"Setelah menjalani pembelajaran aktif, justru saya menjadi lebih bahagia karena bisa melihat kreativitas dan kepercayaan diri siswa. Saya akan lebih tertekan kalau mengajar tanpa persiapan. Saya pasti menyesal sekali," lanjut Titien

Dampak dari pembelajaran aktif ini, menurut Titien terus berlanjut sampai siswa melanjutkan ke SMA hingga berkuliah. Informasi yang dia dapat dari guru dan alumni siswa yang masih menjalin kontak dengannya, siswa yang diajar oleh Titien dikenal lebih kreatif, lebih cepat kerjanya, dan berani menyampaikan gagasannya.

"Jadi menurut saya menerapkan pembelajaran aktif merupakan kewajiban guru untuk menyiapkan generasi tangguh dalam menghadapi masa depannya.Anak harus memiliki kemampuan yang bisa digunakan untuk menapaki kehidupannya. Bukan belajar sekadar mencari nilai," kata Titien lagi.

Kreativitas harus diasah sejak kecil. Nilai bisa diraih siswa setelah mereka bekerja dan bermanfaat bagi lingkungannya. Demikian filosofi yang dipegang Titien.

Hari Guru: digugu dan ditiru

Titien Suprihatien, guru IPA SMPN 11 Batang Hari, Jambi, baru saja mendapat penghargaan sebagai guru pengabdi lingkungan dari Pemda Batang Hari.DOK. PRIBADI/Titien Suprihatien Titien Suprihatien, guru IPA SMPN 11 Batang Hari, Jambi, baru saja mendapat penghargaan sebagai guru pengabdi lingkungan dari Pemda Batang Hari.

Menjelang peringatan Hari Guru, Titien berharap, dia bersama teman-teman seprofesinya bisa menjadi guru Indonesia yang menjadi contoh bagi anak didiknya. Bukan hanya guru yang ilmunya tinggi tapi tidak memberikan contoh perilaku dan etika yang baik.

"Kita harus menjadi guru yang bisa digugu dan ditiru. Misalnya dalam berbahasa. Mengajar tidak hanya menggunakan bahasa lisan tapi bahasa hati. Anak akan selalu mencontoh perilaku gurunya dalam mengajar."

Untuk konsistensinya mengajar dengan pembelajaran aktif, Titien kini ditarik menjadi Fasilitator Pembelajaran IPA Program PINTAR Tanoto Foundation.

Dia juga memposting lebih dari 100 pengalaman praktik baik mengajarnya di group facebook Forum Peningkatan Kualitas Pendidikan.

"Dengan berbagi di media sosial, saya berharap bisa memberi inspirasi pada guru-guru lainnya di tanah air, " kata Titien.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.