Kekurangan Guru, Guru PNS Diharapkan Bisa Bantu Mengajar SLB Swasta

Kompas.com - 26/11/2019, 18:51 WIB
Suasana kegiatan belajar di SLB B Santi Rama Jakarta. SLB Santi Rama merupakan sekolah swasta yang menawarkan pendidikan untuk anak penyandang tuna rungu. Dok. SLB B Santi RamaSuasana kegiatan belajar di SLB B Santi Rama Jakarta. SLB Santi Rama merupakan sekolah swasta yang menawarkan pendidikan untuk anak penyandang tuna rungu.

KOMPAS.com - Sekolah Luar Biasa (SLB) berstatus swasta terancam kesulitan melayani murid berkebutuhan khusus lantaran kekurangan guru dan biaya operasional yang besar. Hal itu diungkapkan oleh salah satu guru Sekolah Luar Biasa (SLB) B Santi Rama Jakarta, Sri Cahyaningsih.

"Guru (dengan latar pendidikan kebutuhan khusus) kurang banget," kata Sri kepada Kompas.com saat ditemui di acara Upacara Hari Guru Nasional 2019 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta, Senin (25/11/2019).

Menurutnya, calon guru-guru dari siswa yang telah belajar di SLB A Santi Rama banyak beralih ke SLB milik pemerintah. Sri mengatakan SLB B Santi Rama selalu kekurangan guru yang mampu mendidik tuna netra.

"Karena kami yang sudah mulai kerja, sudah kita bimbing. Dia ikut CPNS, diterima lalu diambil pemerintah untuk diterjunkan di SLB Negeri," tambahnya.

Baca juga: Kisah Sri dan Budi, Guru SLB Puluhan Tahun Mengajar Siswa Disabilitas

Ia pernah kehilangan 26 calon guru di Santi Rama lantaran pindah ke SLB Negeri. Sri menyebutkan proses pembelajaran di Santi Rama sempat hampir lumpuh karena kekurangan guru.

"Harapan saya juga karena sekolah swasta itu membantu pendidikan anak-anak warga Indonesia juga. Mohon bantuan guru PNS seperti dulu untuk mengajar di sekolah swasta," ujar perempuan yang telah menjadi guru sejak tahun 1980.

Pada era-era 1980-an, lanjutnya, guru-guru PNS diperbantukan untuk mengajar di sekolah swasta. Menurutnya, kebijakan pemerintah saat itu membantu meringankan beban sekolah swasta untuk menyediakan pendidikan yang berkualitas tetapi terjangkau.

"Harapannya kembali seperti dulu, supaya sekolah itu makin berkembang. Pelayanannya kan gak sama antar sekolah. Kalau sekolah yang bermutu, kami gak dibantu pemerintah di gurunya, kayanya kasihan juga karena anak-anaknya," ujar Sri.

Ia menyebutkan siswa-siswa berkebutuhan khusus di SLB B Santi Rama banyak dari golongan yang menengah ke bawah. Padahal, menurutnya, komposisi guru dan murid di SLB B Santi Rama yaitu satu guru untuk 10 anak.

"Jadi biayanya (sekolah lebih besar)," kata Sri yang juga menjabat wakil koordinator guru di SLB B Santi Rama.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X