Ciputra dan Impian Besar Melahirkan Dua Juta Entrepreneur Indonesia

Kompas.com - 27/11/2019, 11:06 WIB
Ir Ciputra
Preskom Ciputra Grup KOMPAS/RADITYA HELABUMIIr Ciputra Preskom Ciputra Grup

KOMPAS.com -Pendiri Ciputra Group, Ir Ciputra tutup usia di Singapura pada Rabu (27/11/2019) pukul 01.05 waktu setempat.

Ciputra dipandang sebagai "begawan properti paling berpengaruh di Indonesia. Sosok yang menginspirasi banyak orang dan dihormati, tak hanya oleh kawan, tapi juga para pesaing.

Namun, pria kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah, 24 Agustus 1931, ini juga memiliki perhatian dan mewariskan sejumlah pemikiran di bidang pendidikan.

Universitas Ciputra Surabaya yang ia dirikan, masuk dalam 10 besar universitas terbaik swasta Jawa Timur dan masuk dalam peringkat 72 nasional dalam pemeringkatan yang dikeluarkan Kemenristekdikti 2019.

Tidak hanya di pendidikan tinggi, semangat dan pemikiran pendidikan entreprenuership Ciputra juga menyebar melalui Yayasan Ciputra Pendidikan melalui jaringan Sekolah Citra Kasih yang tersebar mulai dari Jakarta, Surabaya, Manado hingga Ambon.

Impian 2 juta entrepreneur

Ciputra mengatakan, kewirausahaan merupakan kunci penting untuk membangkitkan ekonomi Indonesia. Ia meyakini lahirnya wirausaha itu bisa diciptakan lewat pelatihan dan pendidikan.

Baca juga: Mengenang Ciputra, dari Atlet Lari, Begawan Properti hingga Kelola Institusi Pendidikan

Ciputra menyampaikan, "Negara-negara maju lain seperti Amerika Serikat, Eropa, termasuk juga Singapura, gencar mengembangkan pendidikan kewirausahaan.Kita juga harus bisa mengajarkan ini, terutama membangkitkan sikap-sikap seorang entrepreneur yang inovatif, mampu melihat dan memanfaatkan peluang, serta berani mengambil risiko bagi anak-anak muda."

"Mereka ini nantinya harus bisa mengubah rongsokan menjadi emas untuk kemakmuran bangsa," tegas Ciputra.

Hal senada ditegaskan Boedi Tjusila, Executive Director Sekolah Citra Kasih. "Entrepreneurship mengajarkan anak sejak kecil punya skill atau keterampilan, inovasi dan kreativitas," jelas Boedi Tjusila.

"Inilah juga yang menjadi mimpi besar Ciputra untuk bisa melahirkan banyak entreprenuer Indonesia melalui pendidikan. Dalam 20 tahun Pak Ciputra memiliki impian bisa melahirkan 2 juta entreprenur salah satu cara melalui pendidikan," ujar Boedi.

"Kurikulum entrepreneur"

Salah satu inovasi yang dilakukan Ciputra di dunia pendidikan adalah membangun jiwa entrepreneurship sejak usia Taman Kanak-kanak (TK) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

"Secara khusus ada jam entrepreneruship. Dalam 1 minggu ada 2 jam pelajaran. Mulai dari TK mereka belajar literasi finansial seperti belajar mengatur uang hingga SMA bagaimana menciptakan produk bernilai jual," tambah Boedi selaku School General Manager.

“Berdasarkan hal tersebut, kami Sekolah Citra Kasih terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pendidikan entrepreneurship sejak dini. Kami memantik dan menumbuhkan prestasi akademik dan kreatifitas anak-anak agar dapat berinovasi dan memiliki daya saing terlebih untuk menyongsong industri 4.0," ujar Boedi.

Ciputra berpendapat Indonesia memerlukan suatu strategi lompatan besar agar dapat mengatasi masalah pengangguran yakni dengan memberdayakan masyarakat untuk menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dengan kecakapan berwirausaha.

Pemikiran Ciputra mengenai hal tersebut dituangkan dalam bukunya bertajuk "Ciputra Quantum Leap Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Bangsa dan Masa Depan Anda."

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X