Milad Ke-64 Picu Kampus Pertama Muhammadiyah UMJ Siap Bersaing Global

Kompas.com - 27/11/2019, 17:33 WIB
Pada puncak acara milad ke-64, Senin (23/11/2019) malam, Hall Badminton UMJ disulap menjadi kampung Betawi dengan tata dekor rumah khas Betawi. DOK. UMJPada puncak acara milad ke-64, Senin (23/11/2019) malam, Hall Badminton UMJ disulap menjadi kampung Betawi dengan tata dekor rumah khas Betawi.

KOMPAS.com- Memperingati milad ke-64, Universitas Muhamamadiyah Jakarta (UMJ) menggelar 30 lomba, mulai laga sepak bola antar-fakultas, seni tarian, hingga lomba Cerdas Cermat Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab yang diikuti peserta dari SMA/SMK/MA/Ponpes Muhammadiyah se-Jabodetabek.

Sebagai salah satu universitas di bawah Persyarikatan Muhammadiyah (PP Muhammadiyah), UMJ merupakan cikal bakal berdirinya 176 perguruan tinggi Muhammadiyah (PTM) di seluruh Indonesia.

Pada puncak acara milad ke-64, Senin (23/11/2019) malam, Hall Badminton UMJ disulap menjadi kampung Betawi dengan tata dekor rumah khas Betawi.

Pada malam itu, berbagai penghargaan diberikan kepada semua sivitas akademika sebagai upaya memotivasi, mendorong untuk siap berkompetisi, dan mengukir prestasi untuk keunggulan UMJ.

Kampus pertama Muhammadiyah

“Dengan usia 64 tahun, Universitas Muhammadiyah Jakarta semakin dewasa dan siap bersaing dengan perguruan tinggi lainnya baik tingkat nasional, regional, dan internasional sesuai dengan tema yang diangkat pada milad tahun ini, yaitu semangat untuk mencerahkan dan memberdayakan untuk UMJ Unggul," ujar Wakil Rektor I UMJ Endang Sulastri dan steering committee milad ke-64 UMJ ini.

Baca juga: Menteri Nadiem Salut kepada Muhammadiyah

Senada pernyataan Endang, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyatakan, “UMJ ini sebagai kampus yang pertama yang dimiliki oleh Muhammadiyah, merupakan kampus yang senantiasa mencapai kemajuan."

"Oleh karena itu, kebersamaan dan kemajuan bisa kita raih jika kita punya visi yang sama. Dukungan alumni pun dapat menjadikan UMJ menjadi kampus unggul,” lanjut Abdul Mu’ti yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMJ.

Menutup puncak acara milad ke-64, Rektor UMJ Prof Syaifu Bakhri menjelaskan, kebijakan pimpinan UMJ sejatinya memang akan fokus pada pengembangan profesional di berbagai bidang ilmu untuk menjadikan UMJ unggul.

Balut pengetahuan dengan nilai Islami

Rektor UMJ menyampaikan, “Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari kebijakan Kementerian Pendidikan yang mendorong perguruan tinggi di Indonesia agar mengembangkan diri menjadi professional, riset, wirausaha, dan unggul."

"UMJ akan menuju menjadi kampus unggul berlandaskan Islam dan Kemuhammadiyahan," ujar Syaiful yang juga menjabat Ketua Badan Kerjasama Perguruan Tinggi Islam Swasta Indonesia.

UMJ bermula dari sebuah rintisan bersejarah di tengah pergolakan Republik yang saat itu masih sangat muda. Gagasan pendirian pendidikan tinggi diprakarsai dalam usia ke-43 tahun persyarikatan, tepatnya pada 18 November 1955.

Tanggal 18 November 2019, UMJ memasuki usia ke-64. Aset, alumni, dan jejaring, serta prestasi telah mengobarkan semangat setiap sivitas akademika untuk "Mencerahkan dan Memberdayakan menuju UMJ Berkeunggulan", yang dilekatkan sebagai tema milad tahun ini.

Saat ini UMJ berkembang pesat dengan 10 fakultas dan 51 program studi, dengan total mahasiswa sebanyak 26.317 dan tenaga pengajar tetap 632 orang dan bersiap menjadi lembaga pendidikan yang menaungi umat sehingga unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibalut dengan nilai-nilai Islami.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X