Kompas.com - 27/11/2019, 20:35 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Fraksi Partai Golkar mendorong pelaksanaan amanat konstitusi tentang alokasi anggaran pendidikan 20 persen hingga ke tingkat daerah.

"Partai Golkar mendukung dan mendorong agar APBN tersalurkan. Dengan begitu, daerah yang bilang kekurangan uang untuk bisa memenuhi amanat konstitusi bisa dibantu secara menyeluruh," kata anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Putri Komarudin, saat serap aspirasi di Jakarta Selatan, Rabu (27/11/2019).

Sebelumnya, Wakil Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Satriawan Salim mengatakan tidak semua pemerintah daerah mengalokasikan 20 persen anggaran pendidikan dari pendapatan asli daerah.

Umumnya, imbuh dia, anggaran pendidikan dalam APBD genap 20 persen karena adanya transfer anggaran pendidikan dari pemerintah pusat.

Ia menyayangkan lemahnya komitmen pemerintah daerah dalam melaksanakan amanat konstitusi tersebut.

Akibatnya, ia melanjutkan, sarana dan prasana pendidikan tidak dapat dibangun maupun dipelihara dengan optimal.

Selain itu, pemerintah daerah tidak dapat membayar gaji guru dengan layak.

"Kepedulian pemerintah daerah terhadap pendidikan bisa dilihat dari politik anggarannya. Sekarang ini berapa prosentase anggaran pendidikan yang dialokasikan pemda?" ujar dia.

Tak sesuai konstitusi

Menurut dia, sebagian besar pemda masih mengalokasikan anggaran pendidikan sekira 5 hingga 10 persen dari APBD.

Sayangnya, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meloloskan APBD yang tidak sesuai dengan amanat konstitusi tersebut.

"Komitmen 20 persen anggaran pendidikan menjadi tanggung jawab bersama yang mesti diawasi Kemendikbud, Kemendagri, dan Kementerian Agama," kata dia.

Berangkat dari situasi itu, Fraksi Partai Golkar berkomitmen mendorong kementerian terkait untuk memastikan pelaksanaan amanat konstitusi di tingkat pemerintah daerah.

"Sehingga reformasi pendidikan yang kita inginkan bisa maksimal" ujar Putri.

Sebagai informasi, anggaran pendidikan dialokasikan Rp 492,5 triliun dalam APBN 2019.

Anggaran pendidikan 2019 yang dialokasikan di Kemendikbud hanya 7,31 persen atau Rp 35,99 triliun.

Ilustrasi guru, Hari Guru NasionalShutterstock Ilustrasi guru, Hari Guru Nasional

Sementara itu, sisa anggaran pendidikan dialokasikan di Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), kementerian lain, bagian anggaran bendahara umum negara, dan transfer daerah.

Alokasi anggaran pendidikan terbesar untuk transfer daerah yakni Rp 308,38 triliun.

Sedangkan transfer daerah, paling banyak untuk dana alokasi umum yang mencapai 54,7 persen dan dana alokasi khusus nonfisik mencapai 38,2 persen.

Putri menjelaskan, Fraksi Partai Golkar juga akan mendorong Kementerian Keuangan untuk memastikan anggaran pendidikan 20 persen juga bisa dialokasikan pemerintah daerah.

"Struktur anggaran pendidikan 20 persen sudah sangat bagus. Kami akan mengajak Bu Menkeu memastikan implementasi di lapangan seperti apa," kata dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

OMB UMN 2022: Ciptakan Kampus Tanpa Narkoba, Perundungan, dan Kekerasan Seksual

OMB UMN 2022: Ciptakan Kampus Tanpa Narkoba, Perundungan, dan Kekerasan Seksual

Edu
Materi Ujian AKM Asesmen Nasional 2022 SD, SMP, SMA, SMK

Materi Ujian AKM Asesmen Nasional 2022 SD, SMP, SMA, SMK

Edu
Berkenalan dengan 2K: Kinerja dan Kesejahteraan dalam Bekerja

Berkenalan dengan 2K: Kinerja dan Kesejahteraan dalam Bekerja

Edu
Kompas.com Bersama Tes Bakat Indonesia Kasih Wawasan Karier untuk Ratusan Siswa SMA Ricci 1 dan 2

Kompas.com Bersama Tes Bakat Indonesia Kasih Wawasan Karier untuk Ratusan Siswa SMA Ricci 1 dan 2

Edu
3 Organisasi Ini Danai Siswa Kurang Mampu untuk Kuliah di Pendidikan Tinggi

3 Organisasi Ini Danai Siswa Kurang Mampu untuk Kuliah di Pendidikan Tinggi

Edu
[POPULER EDUKASI] Rektor Undip Larang Keras Perpeloncoan | 1 Keluarga Alumni Unair Raih Gelar Doktor | 4 Kampus Bidang 'Egineering-Technology' Terbaik Indonesia

[POPULER EDUKASI] Rektor Undip Larang Keras Perpeloncoan | 1 Keluarga Alumni Unair Raih Gelar Doktor | 4 Kampus Bidang "Egineering-Technology" Terbaik Indonesia

Edu
Kenaikan Tarif Ojek Online, Ekonom Unair: Pengaruhi Daya Beli dan Inflasi

Kenaikan Tarif Ojek Online, Ekonom Unair: Pengaruhi Daya Beli dan Inflasi

Edu
Penuh Filosofi, Dua Mahasiswa ITB Menang Kompetisi Desain Hunian

Penuh Filosofi, Dua Mahasiswa ITB Menang Kompetisi Desain Hunian

Edu
Raih Akreditasi Unggul, Uhamka Berikan Santunan untuk 1.000 Anak Yatim

Raih Akreditasi Unggul, Uhamka Berikan Santunan untuk 1.000 Anak Yatim

Edu
Tambah 2, Kini Unhas Punya 451 Guru Besar

Tambah 2, Kini Unhas Punya 451 Guru Besar

Edu
Ubah Pedoman Ejaan, Badan Bahasa Luncurkan EYD Edisi V

Ubah Pedoman Ejaan, Badan Bahasa Luncurkan EYD Edisi V

Edu
Kalbis Institute Siapkan Beasiswa Rp 25 Miliar untuk 450 Calon Mahasiswa

Kalbis Institute Siapkan Beasiswa Rp 25 Miliar untuk 450 Calon Mahasiswa

Edu
Bantu Siswa SD Cepat Membaca, Mahasiswa IPB Hadirkan Media Belajar Caksara

Bantu Siswa SD Cepat Membaca, Mahasiswa IPB Hadirkan Media Belajar Caksara

Edukasi
20 Universitas Terbaik di Jawa Timur Versi UniRank 2022, Ada 11 PTS

20 Universitas Terbaik di Jawa Timur Versi UniRank 2022, Ada 11 PTS

Edu
UNS Luncurkan Inclusion Matrics, Wujudkan Kampus Ramah Disabilitas

UNS Luncurkan Inclusion Matrics, Wujudkan Kampus Ramah Disabilitas

Edukasi
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.