Berbagi Trik Penerapan "Play Based Learning" di Festival PAUD di Kudus

Kompas.com - 28/11/2019, 09:13 WIB
Konferensi Guru dan Festival Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada 26-27 November 2019 lalu, memberikan peluang bagi pendidik dari berbagai lembaga PAUD di Kudus untuk berbagi hasil penerapan play-based learning atau pembelajaran berbasis bermain Dok Pusat Belajar Guru KudusKonferensi Guru dan Festival Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada 26-27 November 2019 lalu, memberikan peluang bagi pendidik dari berbagai lembaga PAUD di Kudus untuk berbagi hasil penerapan play-based learning atau pembelajaran berbasis bermain
Editor M Latief

KUDUS, KOMPAS.com – Kabupaten Kudus menjadi saksi transformasi Pendidikan Anak Usia Dini ( PAUD) yang telah mengembangkan berbagai praktik inovatif pembelajaran berbasis bermain dalam menyikapi pesatnya perkembangan revolusi industri 4.0.

Konferensi Guru dan Festival Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada 26-27 November 2019 lalu, memberikan peluang bagi pendidik dari berbagai lembaga PAUD di Kudus untuk berbagi hasil penerapan play-based learning atau pembelajaran berbasis bermain yang berhasil memberikan dampak pada anak didiknya.

Pembelajaran berbasis bermain itu di antaranya keterampilan "4C" atau Critical Thinking, Creativity, Communication, dan Collaboration. Keempat hal itu dinilai sangat penting untuk menyiapkan generasi penerus menghadapi tantangan dan peluang abad 21.

"Itu sikap belajar sepanjang hayat atau lifelong learning yang dibentuk sejak anak usia dini oleh guru PAUD yang juga tidak pernah berhenti belajar dan berinovasi," kata Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PP PAUD dan Dikmas) Jawa Tengah, Ir Djajeng Baskoro, dalam keterangan tertulis, Kamis (28/11/2019).

Djajeng menambahkan, siapa pun patut memberi apresiasi tinggi kepada upaya pendidik dan komunitas PAUD, dalam hal ini di Kudus, dalam membentuk komunitas guru pembelajar terbaik. Menurut dia, kemampuan para pendidik PAUD itu sudah teruji.

"Teruji untuk berfikir secara saintifik dan menghasilkan karya riset praktik yang dapat menjawab kebutuhan pendidikan di masa akan datang. Kami mendorong agar inisatif tersebut makin berkembang dan bisa menginspirasi berbagai pihak dalam mendidik SDM yang unggul," tambah Djajeng.

Konferensi Guru dan Festival PAUD yang diselenggarakan oleh Pusat Belajar Guru (PBG) Kudus itu dihadiri 51 pendidik dari 11 lembaga yang ikut berbagi praktik baik dalam rangka peringatan Hari Guru Nasional.

Topik penelitian mereka beragam, di antaranya "Mendorong Antusias Belajar Generasi 4.0 melalui Concrete Experiential Learning," "Melibatkan Peran Serta Masyarakat dalam Pembelajaran PAUD melalui Program Kula Nuwun", serta "Pembelajaran Berbasis Bermain melalui Penelitian Kebunku dalam Mengembangkan Numerasi Dasar Anak TK B."

Konferensi dan festival ini merupakan karya kolaborasi antar pendidik dari Guru Inti PBG Kudus, PAUD Terpadu Kalirejo, PAUD Cahaya Nur, PAUD Masehi, PAUD Kanisius dan RA NU Matholibum Ulum 01 Gebog.

Adapun beberapa pakar dari luar Kudus yang ikut mendukung acara itu antara lain PT Kuark Internasional dan Prof Nena P. Valdez sebagai pembicara.

Ketua Panitia Konferensi Wening Damayanti mengatakan masa-masa di PAUD merupakan tahapan penting dan unik dalam kehidupan anak yang seharusnya diisi dengan proses pembelajaran berbasis bermain.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X