Universitas dan Industri Perlu Berkolaborasi Aktif Siapkan SDM

Kompas.com - 06/12/2019, 20:53 WIB
Chief Executive Officer Kompas Gramedia (KG) Media, Andy Budiman menyajikan presentasi tentang data dan peranannya di industri media dalam Seminar Nasional bertajuk Kolaborasi dalam Era Komunikasi Digital yang diselenggarakan oleh FIKOM Universitas Multimedia Nusantara, Rabu (27/11/2019). KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOChief Executive Officer Kompas Gramedia (KG) Media, Andy Budiman menyajikan presentasi tentang data dan peranannya di industri media dalam Seminar Nasional bertajuk Kolaborasi dalam Era Komunikasi Digital yang diselenggarakan oleh FIKOM Universitas Multimedia Nusantara, Rabu (27/11/2019).

KOMPAS.com - Kolaborasi pendidikan tinggi dan industri mutlak dilakukan dalam menghadapi masa depan di mana butuhan pekerjaan jadi tak menentu. Penyiapan kompetensi mahasiswa yang mampu beradaptasi dengan jenis pekerjaan baru menjadi tugas penting universitas.

Hal itu diungkapkan Rektor Universitas Multimedia Nusantara, Ninok Leksono dalam acara Seminar Nasional bertajuk "Kolaborasi dalam Era Komunikasi Digital" di Universitas Multimedia Nusantara, Tangerang, Banten minggu lalu.

Ninok mengatakan dunia kampus dan industri pasti akan terkena imbas disrupsi era 4.0. Ia mengakui UMN sedikit banyak telah terkena disrupsi di era 4.0. "Mengenai kurikulum baru itu harus diakui sulit. Pekerjaan yang muncul setelah era 4.0 itu saja belum jelas. Akan seperti apa pekerjaan yang muncul," kata Ninok.

Ia menyebutkan formula paling jitu dalam era 4.0 adalah mempersiapkan mahasiswa itu menjadi insan pembelajar, adaptif, dan berkolaborasi dengan pekerjaan-pekerjaan baru.

Kolaborasi menyambut peluang

Chief Executive Officer Kompas Gramedia (KG) Media, Andy Budiman mengatakan sumber daya manusia di bidang pengolahan data berbasis teknologi di Indonesia sangat langka. Padahal kebutuhan tenaga kerja untuk bidang tersebut sangat tinggi.

Baca juga: Masuki Era Industri 4.0, Guru Diharapkan Memiliki Paradigma Milenial

"Talent yang dicari bisa mengembangkan data. Value creation itu sangat tinggi. Karena kita masih berurusan dengan middle man namanya Google," kata Andy.

Adapun potensi pekerjaan seperti data analyst, data engineer, dan ahli statistika banyak dicari di Indonesia. Andy mencontohkan potensi digital advertising yang tinggi dan membutuhkan posisi-posisi ahli di bidang data tersebut.

"Untuk mahasiswa, ini ada opportunity lalu dicocokkan dengan passion seperti machine learning, artificial intelegent," tambahnya.

Andy mengajak para industri dan universitas bekerja sama untuk menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menguasai kompetensi yang dibutuhkan oleh pihak industri.

Ia juga menyebutkan pentinya berkolaborasi dengan pihak untuk kampus agar bisa menyelesaikan masalah ketidakcocokan antara kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X