Gerard Calnin: Penguatan Evaluasi Guru Bukan Sekadar Soal Administrasi

Kompas.com - 10/12/2019, 09:13 WIB
Gerard Calnin, The Education University of Hong Kong dalam konferensi internasional yang digelar Cambridge International di Bali (9/12/2019). DOK. KOMPAS.com/YOHANES ENGGARGerard Calnin, The Education University of Hong Kong dalam konferensi internasional yang digelar Cambridge International di Bali (9/12/2019).

KOMPAS.com - Evaluasi pembelajaran tidak hanya menjadi kebutuhan siswa melainkan juga guru sebagai bagian subyek pembelajaran di kelas. Evaluasi guru ini penting agar mereka dapat meningkatkan diri menjadi lebih baik.

“Evaluasi guru adalah salah satu pendorong utama untuk membuat perubahan. Guru adalah bagian terpenting dari pembelajaran namun tidak semua guru atau cara mengajar mereka sama efektifnya,"  ujar Gerard Calnin, The Education University of Hong Kong dalam konferensi internasional yang digelar Cambridge International di Bali (9/12/2019).

Konferensi internasional yang digelar Cambridge Internasional tahun ini diikuti setidaknya 217 sekolah dari 37 negara. Sebanyak 140 delegasi dari Indonesia mengikuti konferensi internasional ini.

"Perbedaan kualitas mengajar (setiap guru) menjadi  tantangan bagi sebagian besar sekolah, dan untuk menghadapi tantangan itu kita harus membangun kapasitas secara bersama-sama,” ujar Gerard.

Baca juga: Kolaborasi British Council dan Muhammadiyah untuk Kompetensi Guru

Kerja kompleks guru

Lebih jauh Gerard menyampaikan kerja guru sangat kompleks, bukan hanya soal akademis melainkan juga termasuk aspek emosional dan perhatian terhadap kebutuhan setiap murid.

Dalam hal ini, kemampuan membangun hubungan dengan siswa, kemampuan berkomunikasi menjadi sanga penting.

"Aspek-aspek yang mendukung pengajaran tidak hanya pengetahuan atau skill, tapi juga sikap dan kepercayaan guru, efektivitas praktik mengajar, kondisi pembelajaran, dan kolaborasi profesional,” ujar Gerard menjelaskan.

Untuk itu ia mendorong sekolah harus merancang model evaluasi kompetensi guru berdasarkan konteks di setiap sekolah, berdasarkan 7 prinsip berikut:

  1. Tujuan yang jelas dan transparan;
  2. Kriteria berdasarkan standar guru;
  3. Dilaksanakan sebagai bagian dari pekerjaan sehari-hari guru (bukan sebagai proses terpisah);
  4. Fokus pada pertumbuhan pembelajaran murid (bukan pada hasil);
  5. Disesuaikan dengan konteks sekolah dan jenjang karir guru;
  6. Memberikan guru pilihan metodologi evaluasi tergantung bidang masing-masing;
  7. Mengumpulkan data dari sumber-sumber dan metodologi yang beragam;
  8. Menilai kontribusi guru pada komunitas profesional (termasuk sharing skill dan pengalaman);
  9. Mendapat dukungan dari kepemimpinan sekolah.

Administratif bukan evaluasi

Meski demikian, Gerard menilai melakukan evaluasi guru saja belum cukup. “Banyak model evaluasi guru yang ada saat ini tidak tepat sasaran. Kita tidak bisa mengaplikasikan satu model evaluasi guru dari satu sekolah ke sekolah-sekolah lain," jelasnya.

“Evaluasi tidak cukup untuk membuat perubahan. Feedback yang produktif juga harus disertai dengan kesempatan untuk membuat perbaikan. Evaluasi yang baik mengidentifikasi kekuatan dan area untuk perbaikan, melacak progres, dan mengukur performa berdasarkan kriteria yang sudah disetujui bersama," jelasnya.

Gerard juga menegaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan evaluasi guru tidak berjalan baik, diantaranya; tujuan (evaluasi) yang tidak jelas, proses administrasi yang tidak efektif dan membuang waktu, tolak ukur yang tidak jelas, tidak adanya implementasi serta tidak berjalannya fungsi kepemimpinan.

Gerard Calnin kemudian menyampaikan setidaknya ada 6 model evaluasi kompetensi guru yang dapat dilakukan, yakni;

  1. Evaluasi diri dan refleksi
  2. Membangun kapasitas diri berbasis evaluasi
  3. Dukungan data eksternal untuk melakukan strategi perubahan
  4. Terus membangun budaya belajar
  5. Membuat strategi perubahan melalui umpan balik
  6. Membangun akuntabilitas

"Evaluasi saja tidak akan membuat perubahan. Perubahan hanya dapat terjadi bila disertai memberi kesempatan guru untuk (terus) belajar," tegas Gerard.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X