Fahri Hamzah "Semprot" Nadiem Terkait Penggantian UN

Kompas.com - 14/12/2019, 13:33 WIB
Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2019). KOMPAS.com/HaryantipuspasariMantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/11/2019).

KOMPAS.com - Sejak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim meluncurkan Empat Pokok Kebijakan Pendidikan "Merdeka Belajar" di Jakarta, Rabu (11/12/2019) ragam tanggapan dan komentar terus mengalir.

Termasuk mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah juga turut berkomentar terkait digantinya ujian nasional (UN) dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Hapus UN lewat Merdeka Belajar, Ini Penggantinya

Dalam cuitannya di akun twitter pribadinya dan dirangkum Kompas TV, Fahri menilai hal itu tidak sesuai dengan visi Presiden Jokowi.

Cuitan Fahri Hamzah 

Kompas TV

"Pertanyaan saya, bagaimana Presiden yang sama mengambil dua keputusan yang berbeda? Katanya nggak ada visi menteri? Yang ada hanya visi Presiden, nah Presiden kan sama?" tulis Fahri.

"Tidak mudah memang, dan pak menteri masih muda. Tapi bapak juga diberi kesempatan oleh bangsa ini melalui presiden agar berkarya yang terbaik," tulisnya lagi.

Disitu, Fahri coba memberikan masukan agar Mendikbud melakukan yang terbaik dan tidak melibatkan diri dalam debat berulang-ulang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kerjakan saja apa yang terbaik bisa dipersembahkan. Saya yakin pak menteri dan jajarannya sebagai tim bisa karena saya orang kampung, menulis ini di kampung," ujar Fahri di akunnya itu.

Bahkan Fahri juga mengatakan seakan di depan sebuah sekolah yang nampak rapuh karena tak datang kabar baik dan hawa segar kepada mereka (orang kampung).

"Perdebatan kalian di pusat bikin pesimis, itu suara hati mereka," imbuh Fahri.

Fahri berharap, Nadiem Makarim bisa membuat orang kampung optimis, senyum sekolah dan anak didik di seluruh negeri serta memudahkan hidup guru yang susah.

Harapan lain, Menteri Nadiem mampu membuat jembatan teknologi agar anak bangsa tidak lagi mengalami kesulitan namun menjadi cerdas sesuai amanah Pembukan UUD.

"Ada uang, ada ruang, apa lagi? Tulislah sesuatu yang akan jadi kebangggaan Ibu Pertiwi," tulis Fahri Hamzah dalam akunnya tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.