Sehari Jadi Relawan SAR Mapala UI: Permintaan Evakuasi Itu Terus Masuk ke HP Saya...

Kompas.com - 02/01/2020, 19:55 WIB
Kondisi posko sementara untuk pendataan korban banjir di Kemang Pratama, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/1/2020) sekitar pukul 00.30 WIB. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOKondisi posko sementara untuk pendataan korban banjir di Kemang Pratama, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/1/2020) sekitar pukul 00.30 WIB.

Ibu hamil itu bertahan di lantai dua. Kami jemput dan pastikan keadaannya di lantai dua. Wajah ibu hamil tersebut terlihat mulai pucat. Ia sesekali menunjukkan sesak napas.

Baca juga: Kisah Penyelamatan Anjing yang Terikat di Pagar Saat Banjir...

"Saya takut. Takut," kata ibu hamil itu. Suaminya saya minta bantu untuk menenangkan. Melihat ibu hamil itu sesak napas, saya tanya ke suaminya, "Mbanya ada riwayat asma?". Syukur tak ada.

Ibu hamil itu terlihat terus menangis dengan sesekali memegang perutnya yang sudah memakin membesar. Saya minta untuk menggunakan jas hujan untuk melindungi kepala dari derasnya air yang turun.

Dengan agak kepayahan, kami berusaha untuk membantu ibu hamil tersebut naik ke perahu di tengah hujan yang deras dan air yang sudah mencapai lebih dari 1 meter. Raungan tangis dari ibu hamil mewarnai suasana evakuasi.

"Sakit mas perutnya," katanya sambil mengelus perutnya.

Proses evakuasi berlanjut ke blok sebelah untuk menyelamatkan satu orang ibu hamil dan dua orang anak kecil. Lagi-lagi, barang-barang yang telah mengapung di rumah juga menyulitkan pergerakan kami. Belum lagi, ancaman ular yang membayangi kepala.

Kami terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengevakuasi warga Kemang Pratama yang masih terjebak banjir. Warga di posko sementara masih terus berdatangan untuk berkoordinasi.

Jam telah menunjukkan pukul 02.00 WIB. Ketua Mapala UI memutuskan untuk menutup proses evakuasi di area Kemang Pratama.

Tim Mapala UI akan meneruskan kegiatan SAR dengan bergabung bersama Global Rescue Network Indonesia. Tim akan berganti personil yang lebih segar untuk melakukan kegiatan SAR banjir Jakarta dan sekitarnya.

Baca juga: Banjir Dua Meter, Warga Kembangan Utara Mengungsi ke Sekolah

Permintaan pertolongan evakuasi tak berganti atau berkurang. Pesan-pesan permohonan evakuasi masih terus masuk ke handphone saya.

Daerah-daerah yang meminta pertolongan untuk evakuasi seperti Villa Nusa Indah (Kabupaten Bogor), Jatiasih, Jatimulya, Rawa Buaya (Jakarta Barat), Kampung Melayu Kecil, Cilitan Kecil, Cipondoh, dan masih banyak lainnya. Hingga saya sudah tiba di rumah, mandi dan sarapan, handphone saya masih berdering.

Akhirnya, saya menutup mata dengan perasaan sedih saat melihat pesan-pesan permintaan pertolongan tetapi mengalami keterbatasan untuk membantu.

Kami tim SAR berusaha semaksimal mungkin untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dan relawan SAR lainnya di lapangan. Semoga kami bisa terus bergiat atas nama kemanusiaan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X