Masuk Klaster Mandiri, 3 Kampus Muhammadiyah Diapresiasi Menristek

Kompas.com - 08/01/2020, 19:05 WIB
Menristek Bambang pada Silaturahim Nasional Konsorsium LPPM PTMA di Yogyakarta, Selasa (7/1/2020). DOK.Menristek/BRINMenristek Bambang pada Silaturahim Nasional Konsorsium LPPM PTMA di Yogyakarta, Selasa (7/1/2020).


KOMPAS.com - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional ( Menristek/Kepala BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengapresiasi hasil penelitian Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah (PTMA).

Apresiasi diberikan karena mampu menempatkan tiga universitas PTMA ke dalam Klaster Mandiri dan tujuh belas universitasnya dalam Klaster Utama pada Klasterisasi Perguruan Tinggi Bidang Penelitian Periode 2016-2018.

Adapun 3 universitas masuk Klaster Mandiri Kemenristek yaitu:

  1. Universitas Muhammadiyah Surakarta (ranking 27)
  2. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (ranking 34)
  3. Universitas Muhammadiyah Malang (ranking 39).

Baca juga: Menristek: Jumlah Pengelolaan Dana Riset Ditentukan Penilaian Kinerja

Demikian diungkapkan Menristek Bambang pada Silaturahim Nasional Konsorsium Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah-Aisyiyah (LPPM PTMA) di Hotel Harper Mangkubumi, Yogyakarta, Selasa (7/1/2020).

PTMA harus bermanfaat

Melalui rilis resmi Menristek berharap penelitian dari PTMA sekaligus menjadi pengabdian pada masyarakat, yaitu dengan mengembangkan ekonomi dari masyarakat di sekitar kampusnya.

"Saya tahu Muhammadiyah adalah organisasi yang inklusif. Jadi harus punya manfaat kepada masyarakat sekitar, masyarakat Indonesia, juga kepada umat," kata Bambang.

"Sehingga kita bicara bagaimana peran universitas Muhammadiyah untuk memenuhi ekspektasi dari masyarakat," imbuhnya.

Menurut Menteri Bambang, pencapaian ini karena didukung oleh LPPM yang mampu mendorong penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan inovasi pada perguruan tinggi.

Menristek berharap, LPPM ini tidak berhenti hanya menjadikan ranking Muhammadiyah naik, tapi bagaimana LPPM tersebut bisa membawa universitas Muhammadiyah menjadi agen perkembangan ekonomi.

Penelitian untuk pengabdian masyarakat

Selain itu, untuk meningkatkan ranking penelitiannya juga bermanfat bagi masyarakat, LPPM harus mencari dulu jenis kegiatan ekonomi di sekitar kampus yang masih dapat dikembangkan lebih baik.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X