Pernah Dihukum Pakai Penggaris Kayu? Nah, Sekolah Ini Kembali Terapkan Hal Ini

Kompas.com - 14/01/2020, 20:51 WIB
Ilustrasi pemukul pantat yang dipakai sebagai hukuman di sekolah. Getty Images via Yahoo NewsIlustrasi pemukul pantat yang dipakai sebagai hukuman di sekolah.

Walau begitu, Boulineau menekankan bahwa hukuman ini baru akan diterapkan bila siswa sudah melanggar aturan sebanyak tiga kali. Hukuman pukulan pun diberikan paling banyak tiga kali.

”Hukuman diberikan setelah pelanggaran ketiga yang dilakukan siswa. Pemukulan itu tidak boleh lebih dari tiga kali,” terang Boulineau.

Tanggapan orangtua

Ragam tanggapan dilontarkan orangtua terkait kebijakan ini, seperti "Saya sudah mendengarnya," lalu "Hebat, sudah waktunya, kami sangat senang bahwa ini terjadi lagi," hingga "Ya ampun, saya tidak percaya sekolah melakukan itu."

Menariknya, sekitar 100 orangtua yang anaknya tidak disiplin mengirimkan kembali formulir itu dan sepertiganya menyetujui kebijakan.

Baca juga: 5 Cara Orangtua Membantu Anak Mengatur PR Sekolah

Boulineau menegaskan, orangtua memiliki hak untuk menolak kebijakan itu, yang artinya tidak memberikan izin ke sekolah untuk memukul anaknya. Sebagai kompensasi, siswa akan diskors paling lama lima hari.

Di Amerika Serikat sendiri hukuman fisik telah lama tak diperbolehkan. Namun, hukuman fisik itu kembali diberlakukan GSIC sejak tahun ajaran 2019.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X