8 Manfaat Permainan Tradisional bagi Anak

Kompas.com - 14/01/2020, 23:36 WIB
Pengunjung menikmati Taman Tomang Rawa Kepa dengan bermain permainan tradisional yang disediakan taman, tepatnya di Jalan Tomang Raya, Tomang, Grogol, Jakarta Barat, Minggu (15/12/2019). Taman yang dibangun oleh Suku Dinas Kehutanan Jakarta Barat memiliki nuansa khas Betawi di dalamnya. KOMPAS.com/M LUKMAN PABRIYANTOPengunjung menikmati Taman Tomang Rawa Kepa dengan bermain permainan tradisional yang disediakan taman, tepatnya di Jalan Tomang Raya, Tomang, Grogol, Jakarta Barat, Minggu (15/12/2019). Taman yang dibangun oleh Suku Dinas Kehutanan Jakarta Barat memiliki nuansa khas Betawi di dalamnya.

KOMPAS.com - Fenomena perubahan aktivitas bermain anak saat ini berbeda dengan 20 atau 30 tahun yang lalu. Kini, anak lebih sering bermain permainan modern yang identik dengan penggunaan teknologi seperti video games dan games online di ponsel pintar.

Akibatnya, permainan anak tradisional mulai terlupakan dan menjadi asing di kalangan anak-anak "zaman now". Selain itu, tingkat kecanduan terhadap permainan modern juga tinggi sehingga berpengaruh pada kebiasaan dan perilaku anak.

Dikutip dari jurnal berjudul "Membangun Karakter Anak Melalui Permainan Anak Tradisional" karya Haerani Nur dari FP Universitas Negeri Makassar, berikut 8 manfaat permainan tradisional pada anak.

Baca juga: Kurangi Pemakaian Gadget, Jabar Gandeng LPAI Kampanyekan Permainan Tradisional

Mampu menstimulasi perkembangan anak

Permainan tradisional dapat menstimulasi berbagai aspek perkembangan anak yang meliputi hal-hal sebagai berikut:

1. Aspek motorik

Aspek ini dapat melatih daya tahan, daya lentur, sensorimotorik, motorik kasar, dan motorik halus.

2. Aspek kognitif

Mampu mengembangkan imaginasi, kreativitas, problem solving, strategi, kemampuan antisipatif, dan pemahaman kontekstual.

3. Aspek emosi

Aspek ini mampu menjadi media katarsis emosional, dapat mengasah empati dan pengendalian diri.

4. Aspek bahasa

Berupa pemahaman tentang konsep-konsep nilai.

5. Aspek sosial

Mampu mengkondisikan anak agar dapat menjalin relasi, bekerjasama, dan melatih kematangan sosial dengan teman sebayanya. Aspek ini juga dapat meletakkan pondasi untuk melatih keterampilan sosialisasi dengan berlatih peran bersama orang yang lebih dewasa atau masyarakat secara umum.

Baca juga: Ada Permainan Tradisional Betawi dan Area Outbond di Taman Tomang Rawa Kepa

6. Aspek spiritual

Aspek ini dapat membawa anak untuk menyadari keterhubungan dengan sesuatu yang bersifat Agung (transcendental).

7. Aspek ekologis

Tujuannya agar memfasilitasi anak untuk dapat memahami pemanfaatan elemen-elemen alam sekitar secara bijaksana.

8. Aspek nilai-nilai/moral

Aspek ini memfasilitasi anak untuk dapat menghayati nilai-nilai moral yang diwariskan dari generasi terdahulu kepada generasi selanjutnya.

Butuh peran berbagai pihak

Untuk mengatasi masalah kecanduan games online pada anak, maka dibutuhkan peran serta berbagai pihak:

1. Orangtua

Orangtua harus menyadari bahwa saat ini banyak sekali bahaya yang
mengintai anak, salah satunya adalah penggunaan teknologi seperti TV, ponsel pintar, internet, dan games digital.

Baca juga: Anak Tumbuh Remaja? Ini 5 Peran Orangtua Mendampinginya

Oleh karena itu, pengawasan orangtua sangat diperlukan. Orangtua harus menyadari perannya sebagai pelindunng, pendidik, dan penanggungjawab terhadap anak di dunia dan di akhirat.

Maka orangtua harus meluangkan waktunya untuk anak, menjadi sahabat bagi anak dengan perhatian dan kasih sayangnya, membekali anak dengan pengetahuan keagamaan, serta menjadi teladan bagi anak dalam bersikap dan beperilaku.

2. Guru

Guru dan institusi pendidikan tempat anak bersekolah dan bergaul juga harus menjalankan fungsi proteksinya dalam mengajar dan mendidik anak.

3. Pemerintah

Pemerintah sebagai pihak yang bertanggungjawab dalam mengatur dan
membina masyarakat dengan aturan-aturannya, seharusnya bisa mengontrol operasi warnet dan tempat bermain agar tidak menjerumuskan anak dalam bahaya yang secara tidak langsung berpengaruh pada pembentukan karakter bangsa.

Jadi, permainan tradisional harus dikembalikan posisinya sebagai permainan anak Indonesia. Semua pihak dapat mengenalkan dan memainkan permainan tradisional bersama anak, bahkan bila perlu ada upaya untuk memodernkan permainan anak tradisional.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X