STEAM, Metode Pengajaran untuk Menghadapi Revolusi Industri 4.0

Kompas.com - 16/01/2020, 15:23 WIB
Head of Master Jakarta Intercultural School, Dr. Tarek Razik. KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOHead of Master Jakarta Intercultural School, Dr. Tarek Razik.

 

Arts mendorong sisi kreativitas

Dalam metode STEAM, konsep Arts digabungkan dengan STEM. Seperti yang disebutkan oleh Dr. Tarek maupun Prof. Bambang, sisi kreatif mesti ditambahkan dalam pembelajaran sains, teknologi, teknik, dan matematika.

"Yang menarik dari STEAM ini berusaha mem-blending Arts dalam STEM. Kami melihat upaya memasukkan ART ini adalah untuk mendorong kreativitas," kata Prof. Bambang.

Menurutnya, metode STEM dilakukan dengan lebih kepada penguatan background maupun kemampuan dasar. Sementara, untuk menarik minat seseorang harus dibutuhkan sisi kreatif.

Baca juga: Tingkatkan Kualitas Guru, Salah Satunya Seleksi Minat dan Bakat

"Yang membuat kita menang dalam kompetisi itu kadang-kadang kreativitas. Akan lebih baik kreativitas didukung oleh dasar yang kuat," tambah Bambang.

Dr. Tarek mengatakan Arts dalam STEAM merupakan bagian penting dalam metode pengajaran. Ia mencontohkan, Arts bisa memancing minat seseorang perempuan untuk bergiat di bidang teknik dan matematika yang biasanya diisi oleh laki-laki.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X