Rektor IPB Prof. Arif: Lulusan IPB Harus Tetap Eksis

Kompas.com - 16/01/2020, 20:00 WIB
Sebanyak 800 mahasiswa IPB University diwisuda pada Rabu (15/1) bertempat di Gedung Grha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Dramaga Bogor. Seremonial wisuda dibuka secara langsung oleh Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria. Dok. IPB UniversitySebanyak 800 mahasiswa IPB University diwisuda pada Rabu (15/1) bertempat di Gedung Grha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Dramaga Bogor. Seremonial wisuda dibuka secara langsung oleh Rektor IPB University, Prof Dr Arif Satria.

KOMPAS.com - Sebanyak 800 mahasiswa IPB University diwisuda pada Rabu (15/1) di Gedung Grha Widya Wisuda (GWW) Kampus IPB Dramaga Bogor. Seremonial wisuda dibuka secara langsung oleh Rektor IPB University, Prof. Dr. Arif Satria.

Rektor IPB University, Prof Arif Satria dalam sambutannya menyampaikan, para lulusan IPB University diharapkan tetap eksis di masa yang akan datang.

Di samping itu, ia juga menekankan supaya para lulusan tetap bersinergi dan bekerjasama dalam memajukan bangsa dan negara.

"Saat ini kita sedang dihadapkan dengan berbagai krisis, terutama krisis lingkungan. Krisis lingkungan ini sudah di depan mata," ungkap Prof. Arif dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

Ia menyebutkan saat ini Indonesia dihadapkan pada krisis lingkungan yang harus segera diatasi.

Krisis lingkungan tersebut memicu munculnya sejumlah masalah seperti banjir, pencemaran sungai, rusaknya ekosistem laut, pemanasan global, pencemaran udara, sulitnya air bersih, kerusakan hutan dan pencemaran tanah.

“Krisis lingkungan ini juga berdampak kepada masalah sumber daya alam, khususnya sumber pangan. Indonesia dihadapkan dengan dua masalah utama pangan, yaitu krisis pangan dan food loss and waste. Food loss and waste Indonesia nomor dua di dunia setelah Arab Saudi,” ungkap Prof Arif.

Pembelajar tangguh

Untuk menghadapi permasalahan tersebut, Guru Besar IPB University dari Fakultas Ekologi Manusia ini menghimbau supaya para lulusan tetap menjadi pembelajar yang tangguh.

Dengan menjadi powerfull agile learner maka diharapkan para lulusan dapat eksis dan mampu menghadapi ketidakpastian yang terjadi di masa depan.

Untuk menghadapi ketidakpastian tersebut, Prof Arif mengatakan, para alumni perlu diperkuat dengan tiga hal yaitu integrity, inovasi dan inspirasi.

"Integrity itu dasarnya kejujuran, dengan kejujuran itulah kita bisa berkolaborasi sehingga mampu menghasilkan inovasi-inovasi yang berguna bagi masyarakat. Dari inovasi itulah kita bisa menginspirasi banyak orang," papar Prof Arif Satria.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X