Ingin Jadi Pengusaha Furnitur? Pertimbangkan Prodi Desain Interior

Kompas.com - 17/01/2020, 17:35 WIB
Kursi Rotan dalam workshop Rattan Model Making di LaSalle College, Jumat (17/1/2020) Dok. KOMPAS.com/AYUNDA PININTA KASIHKursi Rotan dalam workshop Rattan Model Making di LaSalle College, Jumat (17/1/2020)

KOMPAS.com – Bicara soal pengusaha, kamu tak harus menjadi lulusan Fakultas Ekonomi untuk bisa sukses. Terlebih bila tertarik dengan furnitur dan ingin menjadi pengusaha, tentunya kamu harus memiliki kreativitas untuk menjual furnitur yang menarik namun tetap nyaman.

Bila berkuliah di prodi Desain Interior, kamu tak hanya mendapat ilmu mendesain ruang, tetap juga bagaimana mendesain sebuah furnitur, seperti kursi, meja, lemari, meja televisi, dan segala macam jenis furnitur.

Mau membuat furnitur bergaya skandinavian atau menggunakan rotan khas Indonesia? Semua bisa kamu wujudkan menggunakan ilmu yang kamu dapatkan selama belajar di prodi ini.

Menurut Ketua Program Studi Desain Interior LaSalle College Katherine Suteja, dalam prodi Desain Interior mahasiswa akan diajarkan tentang "Furniture Design".

Baca juga: Mengintip Prodi Saintek dengan Passing Grade Rendah di PTN Favorit

“Mereka akan jadi furniture desaigner,” papar Katherine kepada Kompas.com, dalam seminar Intercultural Collaboration yang diselenggarakan LaSalle College Jakarta bersama Crescent School of Architecture Chennai India, Jumat (17/1/2020).

Dalam seminar tersebut, LaSalle College juga mengajak mahasiswa Crescent School of Architecture untuk membuat kursi rotan dalam ukuran kecil. Rotan sendiri banyak digunakan sebagai bahan baku furnitur asli Indonesia yang mendunia, memiliki nilai seni sekaligus daya jual tinggi.

Dimulai dari membuat kursi

Membuat kursi memang menjadi proyek pertama saat belajar tentang Furniture Design. Namun, kursi yang akan dibuat selama kuliah adalah kursi sungguhan yang akan digunakan.

Katherine mengungkapkan, untuk membuat kursi dengan desain menarik namun tetap nyaman tidaklah mudah. Bahkan, hampir semua furnitur desainer tahu bahwa kursi adalah furnitur paling sulit untuk dibuat.

“Pertama, mereka harus membuat gambar yang benar dan detail, mulai dari tinggi kursi, bagaimana sandarannya, kalau tidak enak lama-lama bisa pegal,” kata Katherine.

Selama mengikuti pelajaran Furniture Design, kamu akan mendesain kursi sendiri, membuat gambar utuk bisa dieksekusi oleh tukang, mencobanya sendiri, lalu menilai apakah kursi tersebut enak atau tidak. 

Kursi dan furnitur rotan dalam workshop Rattan Model Making di LaSalle College, Jumat (17/1/2020)Dok. KOMPAS.com/AYUNDA PININTA KASIH Kursi dan furnitur rotan dalam workshop Rattan Model Making di LaSalle College, Jumat (17/1/2020)

“Selain kenyamanan, membuat kursi juga harus disesuaikan dengan fungsi, apakah untuk makan, untuk santai, atau untuk apa. Lalu, harus juga menentukan bahan yang paling sesuai. Jadi, sangat complicated untuk membuat satu kursi,” imbuhnya.

Baca juga: Pilih Prodi Seni dan Olahraga di SBMPTN 2020? Siapkan Portfolio ini

Katherine menilai, inilah yang membuat mahasiswa Desain Interior memiliki keunggulan, sebab selain mendesain ruangan, mereka juga diajarkan bagaimana membuat furnitur yang nyaman untuk segala fungsi.

Dengan kata lain, kemampuan mendesain furnitur akan sangat berguna bila kamu ingin menjadi pengusaha furnitur. Selain bisa menghasilkan desain yang unik dan khas, kamu juga bisa memastikan kalau furnitur yang kamu buat nyaman dan aman.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X