Agar Anak Tumbuh Berkarakter, Pastikan Sekolah Jalani 5 Budaya Ini

Kompas.com - 18/01/2020, 09:21 WIB
Anak-anak Little Bee School Lippo Cikarang, SDN 01 Cicau dan SDN 02 Cicau saat melakukan penanaman pohon dan edukasi sampah plastik, Rabu (25/9/2019) di Central Park Meikarta, Cikarang. Dok Lippo CikarangAnak-anak Little Bee School Lippo Cikarang, SDN 01 Cicau dan SDN 02 Cicau saat melakukan penanaman pohon dan edukasi sampah plastik, Rabu (25/9/2019) di Central Park Meikarta, Cikarang.

KOMPAS.com – Beberapa tahun belakangan, Pendidikan Karakter menjadi fokus sejumlah sekolah dasar. Bahkan, ada sekolah yang memfokuskan diri sebagai “sekolah karakter” dan mengedepankan pendidikan karakter ketimbang hanya fokus pada pendidikan akademis.

Pembentukan karakter membutuhkan proses yang lama dan panjang serta butuh konsistensi dari orang-orang sekitar. Pendidikan karakter pun dinilai paling efektif bila dipupuk saat anak bersekolah dasar selama 6 tahun.

Lingkungan sekolah, sebagai salah satu lembaga yang punya kepentingan dalam pembentukan karakter anak, perlu membangun budaya positif.

Baca juga: 3 Syarat Pendidikan Karakter Berjalan Efektif

Budaya positif sekolah ini berisi kebiasaan yang disepakati bersama untuk dijalankan dalam waktu yang lama. Jika kebiasaan positif ini sudah membudaya, maka nilai-nilai karakter yang diharapkan akan terbentuk pada diri anak.

Merangkum dari laman resmi Sahabat Keluarga Kemendikbud, berikut lima budaya sekolah yang dapat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter positif:

1. Gerakan literasi sekolah

Gerakan literasi sekolah (GLS) bertujuan agar siswa memiliki minat baca sehingga keterampilan membaca akan meningkat.

Materi bacaan berisi nilai-nilai budi pekerti berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan siswa.

Salah satu program yang dicanangkan pemerintah adalah kegiatan 15 menit membaca buku non pelajaran sebelum waktu pelajaran dimulai.

2. Kegiatan ekstrakulikuler

Kegiatan ini bertujuan mengembangkan minat dan bakat anak di sekolah. Saat terlibat dalam kegiatan ekstrakulikuler, siswa akan terbiasa melakukan berbagai macam kegiatan positif secara fisik maupun mental.

Baca juga: Mengenal Jurusan Kuliah Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Ini 5 Faktanya

Dengan aktif di kegiatan ekstrakulikuler, siswa juga terlatih aktivitas yang memerlukan pemikiran dan tenaga lebih. Mereka tidak akan manja, bermalas-malasan dan anarkis. Justru lebih kreatif dan bertanggung jawab.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X